Bisa jadi Minggu (7/10) merupakan hari terakhir Jeong-Jin Joen bersama Sriwijaya FC, jika tidak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Kondisi fisik menjadi kendala utamanya sehingga kesulitan beradaptasi dalam skema latihan Rahmad Darmawan.
Kalau pun menunjukkan peningkatan, peluangnya untuk diterima Laskar Wong Kito pun sangat kecil, mengingat manajemen dan pelatih, tetap menunggu kedatangan striker lainnya Pavel Solomin. Apalagi sejak awal penyerang berkebangsaan Uzbekistan itu diminati pelatih Rahmad Darmawan.
Kita putuskan bersama pelatih dan manajemen pada Minggu besok (hari ini). Kita ingin memberikannya kesempatan menunjukkan kemampuannya,” kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (6/1).
Anggota DPRD Banyuasin ini menegaskan, sejak awal pihaknya menunggu kedatangan Solomin. Namun di tengah perjalan Laskar Wong Kito mendapatkan tawaran dari angen Onana Jules tentang keberadaan striker Jin yang asal Korea. Sehingga apa salahnya manajemen melihat kondisi sang striker. Meski sudah melihat biodata lengkapnya, SFC memang tidak ingin membeli kucing dalam karung sehingga melakukan serangkaian tes terhadap Jin.
Hari pertamanya Jumat (5/2), Jin tampaknya tidak maksimal dan terus menerus mengalami kram otot. Pemain usia 30 tahun itu, hanya sempat bermain selama 10 menit untuk kemudian istirahat. Sementara tes hari keduanya Sabtu (6/1) kemarin, lagi-lagi kondisi fisik mantan penyerang FC Kopenhagen itu menjadi kendala. Meski masih memiliki teknis bagus, tetapi berat tubuhnya sangat mempengaruhi gerakannya. Ia masih kesulitan bergerak mencari ruang sebagaimana seorang striker. Bobot tubuhnya memang menjadi permasalahan.
Pelatih Rahmad Darmawan tampaknya masih memberikan kesempatan terakhir dalam latihan Minggu (7/2). Menurut dia, usai latihan, manajemen dan pelatih akan melakukan rapat.”Teknik tidak diragukan, tetapi fisiknya memang tidak mendukung. Tetapi keberadaannya baru ditentukan Minggu,” tegas RD.