Laga Perdana Harus Berkesan

PLAYMAKER andalan Sriwijaya FC, Zah Rahan Krangar menegaskan, timnya harus meraih tiga poin mengawali laga perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI). Sebab kesempatan bagi Laskar Wong Kito sangat besar lantaran meladeni tim tuan rumah Persebaya dalam partai usiran, di Malang 10 Februari nanti.Laga itu merupakan partai usiran. Jadinya tanpa penonton dan tidak bermain di kandang mereka. Makanya, kita harus mampu memaksimalkannya,” kata Zah Rahan, Sabtu (6/2).

Menurut pemain berdarah Liberia ini, sudah sepantasnya SFC mengakhiri masa suram dengan meraih kemenangan demi kemenangan untuk menjaga peluang juara di putaran kedua Liga Super. Sebab, menurut dia, selisih poin antara peringkat satu Arema hanya 11 angka.
Artinya peluang itu terbuka bagi SFC dan semua tim yang berada di 10 besar klasemen Liga Super. Kita juga jika tidak hati-hati bisa tergelincir,” ujar pemain yang disebut-sebut sebagai ruh serangan SFC.

Pemain usia 24 tahun ini menegaskan, persaingan putaran kedua akan sangat ketat mengingat semuanya berpeluang. Khususnya SFC akan menghadapi ujian besar karena melawat ke kandang tim-tim besar yakni, Persija, Persik, Persib, dan beberapa tim kuat lainnya. “Tetapi tim-tim lain juga patut diwaspadai, karena mereka juga memiliki ambisi yang sama,” tegas Zah.

Ketika ditanya apa ambisi pribadinya dalam laga ini, Zah mengaku sangat termotivasi untuk memenangkan laga menghadapi Persebaya dan Persik. Sebab kemenangan ini bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga sisi psikologis atau moral tim.
Memulai start dengan baik adalah modal penting bagi kami. Sebab turut memberikan motivasi dan semangat serta moral tim,” ujarnya.

Seperti diketahui Zah merupakan anggota skuad Timnas Liberia. Talenta pemuda kelahiran Liberia ini ditemukan pertama kali oleh pelatih Subangkit yang merekrutnya bersama Deltras. Setelah dua musim dia memperkuat tim asal Sidoarjo itu, ia kemudian menerima pinangan dari SFC.
Bersama klub asal Sumsel ini, ia sukses mempersembahkan double winner musim pertamanya 2007/2008, mempertahankan piala Copa Dji Sam Soe (sekarang Piala Indonesia). Tetapi musim ini Zah cs mengalami masa suram. Hanya mampu mengumpulkan 25 poin dari 17 kali pertandingan selama putaran pertama.

Permainan anak-anak SFC seperti mudah dibaca lawan. Khususnya Zah kerap mati kutu lantaran di kepung pemain tim lawan berbadan besar. Meski demikian dengan kecerdasannya, Zah kerap keluar dari tekanan dan mampu mengkreasi setiap serangan.

Ketika ditanya apa persiapannya menghadapi Persebaya, pemain terbaik Liga Indonesia musim 2007/2008 ini menegaskan, ia sudah tahu kekuatan tim asuhan Danurwindo itu, baik kelemahan maupun kelebihannya. “Musim putaran pertama kami sudah bertemu, saya dan teman-teman tahu bagaimana cara menghadapi Persebaya,” tandas Zah.