PALEMBANG -Jangan remehkan kekuatan Victory SC. Meski tanpa pemain asing, calon lawan Sriwijaya FC di fase grup H AFC (Asian Football Confederation) Cup ini memiliki kekuatan merata di semua lini. Khususnya lini depan patut diwapadai karena diperkuat duo striker timnas Maladewa, Ibrahim Fazeel dan Shad Ali.
Saya mempunyai beberapa rekaman pertandingan Maladewa, yang menjadi referensi untuk menentukan strategi yang dipakai nanti. Saya telah menontonnya beberapa kali,” kata Rahmad, Sabtu (20/2).
Duet Fazeel-Ali patut diwaspadai Charis Cs saat menghadapi Victory di Stadion Nasional Maladewa, Selasa (23/2) nanti. Ibrahim Fazel merupakan striker berteknik tinggi dan memiliki kecepatan. Ia berpengalaman dan sudah bermain di beberapa negara di antaranya Liga Brunei. Pengalaman Fazeel di AFC terbilang lumayan karena sudah dua kali memperkuat Victory, namun selalu gagal di fase grup.
Produktivitas Fazeel pun tidak perlu diragukan. Bersama Victroy ia mencetak 20 gol dari 45 penampilannya. Sementara bersama Timnas Maladewa, mencetak 14 gol dari 31 kali penampilan. Begitu juga rekan satu timnya Ashad Ali yang juga pemain Timnas Maladewa. Pemain ini merupakan duet sehati Fazeel.
Pelatih Rahmad Darmawan juga mengatakan, Maladewa tim yang solid dengan mengandalkan kolektivitas permainan. Juara Liga Maladewa ini memiliki striker bagus dan senantiasa menerapkan strategi permainan yang sederhana.”Victory memiliki striker bagus. Jika mendapatkan bola langsung diberikan ke striker dengan strategi “direct play”. Sederhana tetapi efektif sekali. Sebab mereka hanya memakai satu atau dua striker saja,” katanya.
RD sapaannya mengaku akan meningkatkan kewaspadaan lini belakang SFC untuk mengantisipasi pergerakan striker Maldives Victory SC yang memiliki skill dan kecepatan. Kekuatan SFC dan Victory cukup berimbang. Belajar dari kekalahan di laga terakhir usai ditekuk 1-0 oleh Persija Jakarta, Rahmad menekankan agar Kayamba cs bermain lepas. “Kemarin anak-anak terlalu berhati-hati, sehingga melupakan improvisasi, padahal penting untuk memecah kebuntuan strategi. Maka saya mengarahkan mereka bebas untuk mengembangkan permainan tapi harus tetap dalam skema yang diintruksikan,” ujarnya.
Minus Precious-Worabay
Dalam lawatan ke Maladewa ini, Cekmad sapaanya menentukan 18 pemain, namun minus Precious Emuejeraye dan Christian Worabay. Adapun pemain yang dibawa yakni Ferry Rotinsulu, Hendro Kartiko, Bobby Satria, Charis Yulianto, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Ambrizal, Isnan Ali, Slamet Riyadi, M Nasuha, Ponaryo, Zah Rahan, Tony Sucipto, Arif Suyono, Rahmat Rivai, Kayamba, Obiora, Alamsyah Nasutian, dan Mustafa Aji.
Christian Worabay ditinggalkan kerena akumulasi kartu saat bermain di LCA yang berlaku juga di AFC. Sementara Precious ditinggalkan untuk rotasi pemain. Selain itu kuota pemain asing hanya tiga orang. “Sejak awal kita memilih Obiora, Kayamba, dan Zah Rahan karena kekurangan stok penyerang, sementara pemain belakang melimpah dan banyak pilihan,” ujar RD.