PALEMBANG -Sriwijaya masih belum mampu menuntaskan kekurangan striker yang menjadi finisher sejati, saat memulai pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia menghadapi Persebaya di Stadion 10 November, Surabaya, Rabu (10/2).
Jeon-Jin Jeon dari Korsel langsung dipulangkan manajemen SFC karena tak layak setelah mengikuti latihan bersama skuad SFC tiga hari sebelumnya. Sedangkan Pavel Solomin yang asal
Uzbekistan, justru belum ada kepastian karena kemungkinan baru datang ke Palembang besok.
Persoalan klasik lini belakang justru menjadi masalah serius skuad Rahmad Darmawan karena Precious dan kawan-kawan kerap kesulitan menghadapi striker kecil, tetapi gesit dan memiliki kecepatan. Dan dua striker lincah seperti Korinus Pinkrew, dan Andi Odang, benar-benar menjadi momok yang membahayakan gawang Ferry Rotinsulu.
Meski tanpa penonton, Persebaya tetap merupakan tim bagus. Lini depannya sangat berbahaya karena dihuni barisan penyerang yang memiliki kecepatan,” ujar Rahmad Darmawan, Senin (8/1).
Menurut RD, Persebaya punya kekuatan seimbang antara lini depan dan tengah. Tim Bajul Ijo itu mengandalkan penyerang mungil berbahaya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Lini belakang menjadi fokus perhatian saya. Harus ada keseimbangan menghadapi tim sekelas Persebaya. Baik dalam menyerang dan bertahan. Artinya ketika menyerang lini belakang turut memberika support sementara ketika diserang lini depan membantu pertahanan,” urai RD tentang formasi timnya.
Pelatih asal Metro Lampung ini menegaskan, Persebaya memiliki striker Andi, Korinus, Ngon A Djam. Kemudian didukung pemain tengah yang juga memiliki kecepatan seperti Andik Firmansyah dan Taufik.
Sudah Terbaca
Kelemahan lini belakang SFC ini sudah terbaca oleh pelatih Persebaya, Danurwindo, kala SFC menang 2-1 di Stadion Gelora Sriwijaya 26 Januari lalu. Bagaimana dengan mudahnya Andik, Taufik dan Korinus menjajal kotak penalti. Bahkan proses gol Korinus lantaran Charis dan Precious kecolongan dengan gerakan gesit mantan striker buangan SFC itu.
Kecepatan barisan belakang mereka terutama jika Andi Oddang bersama Korinus atau Ngon diturunkan akan sangat berbahaya. Kita harus konsentrasi penuh mengawal pemain depan Persebaya,” tegas penyandang empat gelar juara itu.
Cekmad kemungkinan akan menurunkan formasi idealnya dengan Charis Yulinto, Ambrizal, dan Precious sebagai benteng pertahanan dalam skema 3-5-2. Sementara lini tengah, RD menurunkan Ponaryo Astaman, Zah Rahan, Arif Suyono, Cristian Worabay, dan Isnan Ali. Sedangkan lini depan, Rahmad kembali mempercayakan kepada duet asingnya Obiora dan Kayamba.
Terlepas dari masalah apapun, menurut RD, semua pihak harus mempercayai dan memberikan kepercayaan kepada para pemain dalam laga menghadapi Persebaya nanti. “Sebab, kepercayaan diri dan kenyamanan sangat menentukan permainan,” tandasnya.