Sriwijaya FC tak mau membawa hasil nol saat tur Pekanbaru, Jepara, Vietnam, dan Lamongan. Ya, paska kalah 0-2 dari PSPS Pekanbaru, (27/3) lalu, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) langsung fokus mencuri poin di kandang Persijap Jepara.Persiapan mulai di sajikan oleh coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan. Bahkan, pelatih asal Metro Lampung ini berharap anak asuhnya bisa bermain keras dan menyerang. “Kami harus bisa memetik poin di laga sisa ini. Sehingga, kami tidak boleh bermain asal-asalan. Kami akan bermain normal dan berharap anak-anak bisa bermain lebih menyerang di bandingkan saat melawan PSPS Pekanbaru lalu,” kata coach Rahmad Darmawan.
Ya, saat melawan Askar Betuah (julukan PSPS), Sriwijaya terlihat tertekan. Terbukti, pada babak pertama, Isnan Ali dan kawan-kawan harus kebobolan dua gol. Semuanya di ciptakan striker PSPS, Isnaini pada menit ke-11 dan menit ke-19.
Praktis, hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi coach Rahmad Darmawan. Berbagai racikan dan simulasi mulai diterapkan kepada Charis Yulianto dan kawan-kawan. “Pasti, kami sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Persijap. Kami juga akan melakukan berbagai simulasi untuk menagkal serangan dari Persijap,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir.
RD sapaan Rahmad Darmawan menambahkan, bukan hanya fokus pada penyerangan, Sriwijaya juga harus fokus pada pertahanan dan pengaturan tempo serangan. Sebab, dari beberapa pertandingan, Boby Satria dan kawan-kawan sering kecolongan di menit-menit akhir dan sering keteteran saat menghadapi serangan balik dari lawan. Terbukti, saat mengahadapi PSPS (27/3) lalu, sedikitnya 5 serangan balik Dzumafo dan kawan-kawan sering membuat kelabakan Laskar Sriwijaya.
“Kami juga tidak menyampingkan pertahanan kami. Sebab, bila kami lengah sedikit saja, kami bisa berbalik kebobolan. Apalagi, mereka bermain di kandang sendiri, pasti motivasi mereka berlipat ganda untuk mendapatkan poin,” pungkas mantan pelatih Persija Jakarta ini.