PALEMBANG--Striker anyar Sriwijaya FC (SFC), Pavel Solomin, berjanji unjuk kebolehan dan tidak akan mengecewakan pada laga perdana timnya melawan Bontang FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (7/3).
"Saya tahu, banyak pengharapan dari fans akan penampilan saya nanti. Jelas saya tidak mau tampil mengecewakan mereka," kata Pavel di Palembang, Selasa (2/3).
Pemain asal Uzbekistan ini mengaku menyiapkan fisik dan mental untuk memulai debut pertamanya sebagai skuad "Laskar Wong Kito".
"Saya sangat menanti‑nanti penampilan perdana ini dan berharap mendapatkan dukungan dari tim dan para fans. Yang saya mau, nantinya dapat bermain rileks, sehingga dapat mengeluarkan semua kemampuannya," katanya.
Dia menambahkan, semula sangat berharap dapat memperkuat SFC pada laga melawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu. "Asal tahu saja, saya cukup gelisah saat dokumen izin tinggal sementara (ITC, red) saya lambat keluar, sehingga tidak dapat turun saat melawan Persija. Padahal, saat itu saya sangat ingin mencoba Liga Indonesia," kata pesepak bola usia 27 tahun ini lagi.
Berkaitan dengan posisinya yang disiapkan pelatih SFC Rahmad Darmawan sebagai "target man" atau striker yang berperan sebagai penyelesaian akhir, dia mengaku tidak merasa terbebani. "Saat bermain di Liga Uzbekistan, saya menjadi top skor dengan posisi sebagai `target man`. Hal ini bukanlah suatu masalah, tinggal bagaimana berkoordinasi dengan pemain lain saja yang saya rasa memerlukan sedikit waktu," ujar mantan anggota tim nasional Uzbekistan tersebut.
Pavel Solomin adalah pemain asing kelima SFC, setelah hanya diperkuat empat pemain asing selama putaran pertama Liga Super Indonesia 2009‑2010. Pavel terakhir kali tercatat membela klub Lokomotiv Tashkent, anggota divisi utama liga Uzbekistan.
Pavel pernah bermain di Jakarta dan mencetak gol ketika Uzbekistan kalah melawan Arab Saudi 1‑2 di ajang Piala Asia 2007.
Puncak penampilan pemain kelahiran 15 Juni 1982 ini, adalah ketika menjadi top skor Liga Uzbekistan yang kala itu membela Traktor Tashkent, dengan mencetak 21 gol dari 30 penampilan. Sayang sejak itu, Pavel seolah tenggelam.