Charis Cs Tetap Main

Mengingat buta akan kekuatan lawan dan juga harus menang melawan Thai Port FC pada lanjutan babak 16 besar Asian Football Confederation (AFC) Cup, di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (12/5) sore ini, empat pemain SFC yang bermasalah akan diturunkan.

Dijelaskan pelatih Rahmat Darmawan (RD), Selasa (11/5), pada pertandingan hari ini mereka membutuhkan dukungan, keberuntungan dan mental. Ketiganya dapat mengatasi kelelahan para pemain setelah menjalani pertandingan padat.

“Kami membutuhkan sedikit keberuntungan karena saat pertandingan lawan Persisam kemarin, kami mendapatkan empat peluang hasil kerja keras pemain. Tetapi tidak beruntung. Maka menghadapi Thai Port kami membutuhkan keduanya yakni kerja keras dan keberuntungan,” paparnya.

Dalam pertandingan ini RD diperkirakan akan menurunkan para pemain utamanya termasuk Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay dan Isnan Ali.

Keempat pemain ini diharapkan mampu melupakan masalahnya sejenak untuk fokus memenangkan SFC. Sebab SFC harus memang untuk lolos ke babak 8 besar.

Sedangkan lini tengah dipastikan menjadi milik Zah Rahan yang didampingi Ponaryo Astaman dan M Nasuha untuk menahan gempuran duet lini depan Thai Port Sompong-Sarayoot.

Sementara lini depan diperkirakan akan diperkuat Arif Suyono, Kayamba, dan Obiora.

Ditambahkan Rahmad Darmawan, Thai Port adalah tim yang memiliki tradisi kuat dan sudah berpengalaman di ajang AFC. Tim ini memiliki pemain-pemain yang jago dalam melakukan tendangan bebas, bermain cepat dengan sentuhan satu dua.

“Setidaknya ada dua pemain yang harus diwaspadai di lini depan. Keduanya sangat cepat dan kuat,” jelas RD.

Zah Minta Dukungan Sementara pemain SFC Zah Rahan mengatakan akan berjuang keras menghadapi pertandingan menentukan ini.

“Kami lelah fisik tetapi mental kami masih kuat. Kami akan berjuang keras. Kerjasama tim akan membawa kami mampu mengatasi laga berat ini. Dukungan suporter juga akan sangat berarti,” jelas Zah Rahan, Selasa (11/5).

Diakui Zah, mereka belum sekalipun bertemu dengan Thai Port FC. Namun ia sudah melihat beberapa pertandingan tim-tim Thailand lainnya. Menurut pemain asal Liberia ini, Thai Port unggul pada kerjasama tim, taktis dan cepat.

“Menghadapi tim ini tidak ada kata lain kami harus bermain disiplin,” ujar Zah.

Buta Kekuatan Lawan Asisten Pelatih Thai Port FC, Wattana menegaskan mereka harus bekerja keras menghadapi SFC. Sebab tim asal Sumsel ini memiliki materi pemain berkualitas, bermain taktis, dan memiliki kerjasama tim.

“Kami harus bekerja keras menghadapi kekuatan skill dan team work yang menjadi andalan SFC,” ujar Wattana.

Ditambahkannya, SFC merupakan tim yang sudah berpengalaman mengikuti laga di tingkat Asia seperti Liga Champion Asia (LCA). Pengalaman itu sangat berguna dan menjadi batu sandungan bagi timnya yang menargetkan lolos ke babak 8 besar.

“Kami menjalani laga away, tetapi pemain memiliki motivasi untuk lolos babak 8 besar. Kami yakin mampu mengatasi SFC,” tegasnya.

Secara terpisah Kapten Tim Thai Port FC, Pongpipat juga mengaku buta dengan kekuatan SFC. Tetapi dia sudah melihat rekaman pertandingan Kayamba cs. Mereka harus bekerja keras menahan serangan tim tuan rumah.

“Saya dan teman-teman tahu penyerang mereka sangat cepat. Kami harus bekerja keras dan disiplin untuk memenangi pertandingan ini,” jelas Pongpipat. (ndr)