PALEMBANG - Seperti mengulang laga perdana babak 32 besar lalu, Sriwijaya FC hanya mendapat satu poin di laga pembukaan Piala Indonesia babak 16 besar. Kayamba Cs harus puas bermain imbang lawan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 0-0, di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (8/5).
Langkah SFC semakin berat, karena akan menghadapi Persisam pada Senin (10/5) dan PSMP Mojokerto Jumat (14/5). Di tengah-tengah jadwal padat itu Zah Rahan cs harus berjibaku menghadapi Thai Port FC di babak 16 besar Asian Football Confederation (AFC) Cup Rabu (12/5). Dapat diprediksi Laskar Wong Kito bisa kehabisan tenaga karena kelelahan.
Sementara dalam pertandingan lainnya, Persisam berhasil mengalahkan PSMP Mojokerto dengan skor 7-2. Gol Persisam dilesakkan Pipat Tongkanya sebanyak tiga gol menit 12, 52, dan menit 58. Kemudian Zainal Arif dua gol menit 10 dan 81, Danilo Pernando menit 83, dan Achmad Sembiring menit 90. Sementara gol balasan dilesakkan Evandro menit 73 dan Charles Uben menit 69. Persisam memuncaki klasemen dengan nilai 3, diikuti SFC nilai satu, dan Persija nilai satu. Sementara PSMP berada di juru kunci.
Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, hari ini anak bermain baik, hanya saja mereka tidak mampu menjaga ritme ketika memasuki kotak penalti. Mereka terlalu terburu-buru sehingga tidak enjoy mencetak gol.
"Selain itu permainan Persija juga banyak bertahan dan kita kesulitan membongkar pertahanan lawan," jelas pelatih Rahmad Darmawan usai pertandingan.
Menurut pelatih kelahiran Metro Lampung ini, hasil imbang ini memang membuat langkah di pertandingan kedua dan ketiga Piala Indonesia cukup berat, apalagi dia harus memiliki pertandingan di AFC. Karena satu pertandingan itu sangat dan menentukan langkah mereka di babak 16 besar ajang sepakbola tingkat Asia.
"Jujur saya harus berpikir ulang apakah saya akan menurunkan pemain utama atau pelapis ketika menghadapi Persisam nanti. Sebab laga berikutnya juga sangat penting. Namun Piala Indonesia juga penting. Maka menghadapi Persisam nanti saya harus merotasi pemain dangan efektif," tegas RD.
Tempo Lamban
Meski memperagakan permainan terbuka. Baik SFC maupun Persija bermain lamban sepanjang pertandingan. Namun sebagai tuan rumah SFC lebih aktif dan mengambil inisiatif penyerangan. Hanya permainan bertahan yang diperagakan Persija membuat Gumbs cs kesulitan membongkar lini pertahanan tim tamu. Tampak Abanda Herman melakukan pengawalan ketat terhadap Kayamba ataupun Solomin. Ia bergantian dengan bek Baihaki Kaizan menjaga dua bomber tuan rumah itu. Bahkan tim tamu Persija berani keluar menyerang, beberapa kali tendangan Bambang Pamungkas dan Ismed membahayakan gawang Hendro Kartiko. Karena kerasnya permainan, memasuki menit 22 Ambrizal menerima kartu kuning karena menjatuhkan Aliyudin.
Serangan Persija terus membahayakan pertahanan SFC. Sementara Kayamba cs kesulitan membongkar pertahanan Persija. Praktis tidak ada peluang matang didapatkan kedua tim. Derasnya serangan tim tamu membuat Charis menerima kartu kuning karena menekel Mustafic Fakhrudin. Hingga babak pertama berakhir kedudukan bertahan dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, SFC merubah strategi permainan dengan tampil lebih agresif menggalang lini tengah. Pada menit 56 SFC meningkatkan serangan, peluang didapatkan Namun umpan matang Zah Rahan gagal dimanfaatkan Pavel dengan baik, sundulannya masih melembung di atas mistar gawang.
Pergantian pemain dilakukan SFC maupun Persija di menit 70. Benny Dollo tarik M Ilham yang bermain kurang efektif digantikan Ramdani Lestaluhu. Pergantian kembali dilakukan Bendol dengan menarik Firman Utina dan memasukkan Agus Indra. Anak asuh RD kembali mendapatkan peluang melalui Pavel, namun tendangan kerasnya ditepis kiper Persija M Yasir.
Sementara itu RD menarik keluar Arif Suyono dengan memasukkan Mustafa Aji. Pelatih SFC ini berharap ada daya gedor disayap kiri yang sejak menit awal tidak ada pergerakan. RD juga menarik keluar Alamsyah Nasution dengan memasukkan Rahmat Rivai. Namun seperti membaca taktik RD, menjelang 14 menit bubaran Persija melakukan pergantian pemain.Aliyudin ditarik keluar memasukkan Lonard. Benny Dollo memperkuat lini pertahanan.
Persija berharap pertandingan berakhir dengan skor imbang seperti target mereka sejak awal. Keinginan tim asal Jakarta ini tercapai, sebab SFC tidak mampu mencetak gol setelah menit 90 sundulan Kayamba masih melebar ke kanan gawang. Hingga pertandingan berakhir kedudukan bertahan 0-0.
Klasemen Sementara Grup
1. Persisam 1 1 0 0 7 2 +5 3
2. Sriwijaya FC 1 0 1 0 0 0 0 1
3. Persija 1 0 1 0 0 0 0 1
4. PSMP 1 0 0 1 2 7 5
Susunan Pemain:
Sriwijaya FC:Hendro Kartiko, Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, Ambrizal, Isnan Ali, Ponaryo Astaman, Isnan Ali, Alamsyah Nasution (Rahmat Rivai, 70), Zah Rahan, Keith Kayamba Gumbs, Pavel Solomin, Arif Suyono (Mustafa Aji, 65).
Persija:M Yasir, Ismed Sofyan, Abanda Herman, Baihaki Sofyan, Leo
Saputra, Fahrudin Mustafic, Firman Utina (Agus Indra, 70), M
Ilham (Ramdani, 68), TA Musafri, Aliyudin (Leonard, 80), Bambang
Pamungkas.