IBARAT mobil yang sudah kehabisan bahan bakar, Sriwijaya FC sudah tidak mampu berjalan dengan baik akibat padatnya jadwal yang dijalani. Sebab jadwal yang sangat padat, Obiora cs hanya memiliki motivasi untuk berjuang keras tetapi tidak memiliki tenaga yang cukup untuk terus berlari mengejar bola dan mencetak gol.Hal inilah yang menjadi salah satu biang kekalahan Laskar Wong Kito dari tamunya Thai Port FC dengan skor 1-4 dalam babak 16 besar lanjutan Asian Football Confederation (AFC) Cup. Demikian diungkapkan Anoure Obiora Richard, pencetak gol tunggal SFC dalam pertandingan tersebut. Menurut Obi sapaannya, bukan mencari kambing hitam sebagai pembenaran atas kekalahan. Tetapi persoalan kebugaran menjadi faktor utama kekalahan.
"Kami seolah kehilangan tenaga di tengah pertandingan yang sedang berjalan. Tetapi saya tidak mau kekalahan itu disebabkan kelelahan, tetapi kami memang kurang berntung," ujar Obiora.
Pemain asal Nigeria ini juga mengeluhkan padatnya jadwal SFC. Bagaimana mereka harus melakoni pertandingan berat selepas bermain di ajang ISL lawan Persiwa pada 2 Mei, kemudian lawan Persipura pada 5 Mei. Belum cukup waktu istirahat, mereka kembali melakoni pertandingan berat di ajang Piala Indonesia yakni lawan Persija pada 8 Mei dan lawan Persisam pada 10 Mei."Pertandingan ini sangat menguras tenaga, sehingga lawan Thai Port kami mengalami kesulitan," ujar Obiora.
Diapun menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Sumsel dan berjanji akan mempertahankan satu-satunya gelar yang masih bisa diraih yakni Piala Indonesia. Namun gelar inipun terancam lepas setelah pertandingan yang seharusnya digelar di Palembang tiba-tiba dipindahkan keluar Sumsel.