RD Temani Charis Cs

Meskipun sempat terdengar kabar Charis Yulianto Cs bakal dilepas seiring adanya perdamaian dengan pihak Yopi (korban pemukulan, Red), namun secara mengejutkan mereka langsung dijebloskan ke dalam sel bersama tahanan lainnya, di Poltabes Palembang, Sabtu (15/5).

Melihat anak asuhnya digiring menuju tahanan pelatih Rahmad Darmawan tidak kuasa menahan tangisnya. Sembari memeluk satu persatu anak asuhnya, Charis Yulianto, Ambrizal, Crisitian Worabay, dan Isnan Ali pelatih asal Metro Lampung ini mengikuti anak asuhnya masuk ke sel tahanan. Hingga pukul 23:40, RD yang juga akrab dipanggil Cekmad masih berada di ruang tunggu sel tahanan.

Seperti diketahui, setelah menjalani pemeriksaan sejak Jumat (13/5) pukul 08.00-Sabtu 20.00, Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali dimasukkan ke dalam sel. Mereka dimasukkan ke dalam sel tahanan Poltabes Palembang satu sel dengan pelaku pembongkar rumah orang tua Antasari Azhar Resman Sayuti dan pelaku pencabulan, anggota Polsekta Sukarami Supriyadi.

Tentang penahanan Charis Cs diungkapkan Wakasat Reskrim Poltabes Palembang, AKP Hans Rachmatullah. Berdasarkan surat penahanan dengan nomor SP.Han/179/V/2010/V/2010/Reskrim. “Keempatnya ditahan hingga 20 hari ke depan,” ujar AKP Rachatullah.

Sementara RD yang sejak Jumat (14/5) menemani pemainnya dari pagi hingga subuh, kembali menemani 4 pemain andalannya itu hingga masuk sel tahanan.

Dari awal mantan pelatih Persipura ini menegaskan bahwa dia tidak akan pergi jauh dari sisi keempat pemain itu hingga proses hukum selesai. “Saya secara pribadi tetap kepada keputusan awal akan menunggu pemain saya keluar. Jika akan berangkat menuju Bandung saya serahkan kepada manajemen untuk bertanding. Sekali lagi saya tetap menunggu mereka,” ujarnya.

Heri Mukti, kuasa hukum empat pemain SFC mengatakan perdamaian sudah selesai. “Kami tetap berusaha mengeluarkan pemain melalui pengajuan penangguhan penahanan,” ujarnya,” ujarnya.

Heri berharap keempat pemain segera mendapatkan penangguhan karena tenaga mereka sangat berguna bagi tim. Ia berharap semua pihak harus memahami kondisi dan keadaan. Apalagi mereka juga memiliki keluarga yang sangat bergantung kepada mereka.

Tentang kondisi Charis Cs, Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin yang dikonfirmasi mengatakan, pemainnya memang masuk sel dan kita ini menjalani masa penahanan selama 20 hari. Pihak terus berusaha untuk melakukan penangguhan penahanan. “Penangguhan penahanan tidak bisa diurus karena terkendala administrasi,” ujar Hendri.

Secara terpisah Presiden Klub, Dodi Reza Alex mengatakan tidak rela jika ada pihak yang ingin menghancurkan Sriwijaya FC. Dia akan berdiri di depan dan pasangan badan demi menyelamatkan SFC termasuk keempat pemainnya. ”Saya terus mengikuti prosesnya setiap menit bahkan per detik. Pada dasarnya kami tetap menghormati proses hukum, tetapi kami berusaha keras agar mereka kembali bermain dan bergabung bersama SFC,” ujar Dodi.

Anggota DPR RI ini mengatakan, ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab telah mencoba memanfaatkan situasi untuk menghancurkan SFC. Saya tidak rela SFC dihancurkan.

Menurutnya para pemain sudah meminta maaf dan sudah diproses secara hukum dan kita hormati proses hukum. Pihak juga tidak ada masalah dengan korban dan sudah ada perdamaian. Biaya pengobatan korban sudah dilakukan termasuk juga mencarikan pekerjaan bagi Yopi yang kini masih menjalani pengobatan sebagai bentuk perhatian SFC.”Tetapi ada indikasi bahwa kami akan diperas dengan situasi yang tidak menguntungkan ini, hal inilah yang akan saya tuntut secara hukum, jika ada pihak-pihak yang melakukan pemerasan terhadap SFC. Kami akan menempuh cara hukum untuk menuntut mereka,” ujar Dodi.

Terkait dengan aksi solidaritas para pemainnya yang mogok karena rekan-rekannya ditahan Poltabes Palembang, Dodi memaklumi aksi solidaritas itu. “Namun saya berharap tim tetap berangkat dan menjalani pertandingan lawan Persib Bandung,” ujar Dodi.