Mengasah Ketajaman Counter Attack Zah Cs

Jelang laga lawan Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Indonesia pada 16 Juli mendatang, pelatih Rahmad Darmawan mengasah ketajaman counter attack timnya di Lokseumawe Aceh, Sabtu (3/7). Setelah menghadapi Karya Bakti FC dan klub Divisi I Loksumawe Banda Aceh, Sriwijaya FC kembali menggelar ujicoba lawan Tim Porprov Selesi Aceh di Loksumawe Aceh, Sabtu (3/7). Ini merupakan ujian terakhir bagi Zah Rahan cs, terutama dalam strategi bertahan dan mengandalkan counter attack (serangan balik).

Menurut RD dalam tiga ujicoba ini dia sengaja dua kali menurunkan formasi bertahan dengan formasi 3-5-2 dan satu kali dengan pola menyerang 4-3-3 dan 4-2-3-1. Sebab formasi ini sangat berguna saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya.
Khususnya pola bertahan dan mengandalkan counter attack memang menjadi acuan RD agar timnya mampu bertahan dengan baik dan menyerang dengan cepat.
Apa pun hasilnya akan menjadi acuan bagi pelatih Rahmad Darmawan untuk menentukan skuadnya menghadapi Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring pada 16 Juli mendatang.

"Dua hasil ujicoba cukup memuaskan saya, meski ada beberapa yang harus dibenahi pada uji coba terakhir. Sebab menjadi acuan menentukan strategi menghadapi Persebaya," jelas Rahmad, Sabtu (2/7).

Menurut RD sapaannya, ada beberapa yang perlu dibenahi dari timnya terutama saat pemainnya kehilangan bola. Zah Rahan cs terlihat kurang melakukan pressing, terutama di areal lini tengah dan belakang timnya. Hal inilah yang perlu dibenahi."Kali ini saya akan mengasah ketajaman serangan balik setelah bertahan menahan gempuran lawan," jelas RD.

Menghadapi Tim Porprov Seleksi, RD akan menggunakan pola bertahan dan mengandalkan serangan balik yang efentif ke pertahanan lawan. Tujuannya untuk menjaga ritme lini belakang SFC saat menghadapi Persebaya.

"Tentunya lini belakang menjadi fokus saya. Terutama dalam melakukan pressing ketika kita kehilangan bola," terang RD.