Ponaryo Astaman Tetap Bertahan Di SFC

JENDERAL lapangan tengah Ponaryo Astaman menyatakan komitmennya untuk tetap bertahan di Sriwijaya FC musim kompetisi 2010/2011 mendatang.

Ia bertahan di Laskar Wong Kito, karena merasa nyaman. Klub yang bermarkas di Stadion Gelora Jakabaring ini memiliki misi dan target yang jelas sebagai klub profesional.

“Saat saya merasa nyaman, maka saya putuskan untuk bertahan,” tegas Ponaryo, Rabu (18/8).

Disinggung mengenai kabar bahwa dirinya diincar banyak klub, termasuk Persija yang kini ditangani pelatih Rahmad Darmawan, hal ini pula yang diduga kuat membuatnya lambat bergabung bersama SFC. Namun pemain asal Balikpapan ini membantahnya.

“Saya memang mengatakan kepada manajemen meminta waktu libur dan istirahat usai kompetisi,” jelas pria dua anak ini.

Ponaryo adalah pemain keempat yang menyatakan bergabung kembali bersama SFC usai istirahat jedah kompetisi berakhir. Sebelumnya Ferry Rotinsulu, Keith Kayamba Gumbs serta Bobby Satria sudah bergabung.

Dengan demikian Ponaryo bereuni dengan sesama alumni Timnas 2007 seperti Firman Utina, Budi Sudarsono, Supardi dan M Ridwan yang baru bergabung.

Ponaryo pemain terbaik di posisinya. Sebagai gelandang pekerja, dia tidak hanya pandai bertahan, tetapi bertugas mengatur ritme permainan. Kapan bola harus ditahan atau dialirkan ke depan.

Tidak jarang pula Yoyo, sapannya, mengkreasi serangan dan depan membantu serangan atau tiba-tiba dia turun jauh ke belakang membantu pertahanan.

Memang seiring dengan usianya yang terus bertambah, penampilannya sedikit menurun, namun dengan segudang pengalaman membuat semuanya dapat tertutupi. Tidak heran jika Ivan Kolev yang tahu betul dengan kualitas anak asuhnya itu, kembali memanggil Ponaryo untuk lini tengah.

Tidak hanya itu, sikapnya di luar lapangan pun terkenal santun. Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin pun memuji sang pemain yang memiliki talenta dan santun ketika di luar lapangan.

Kini mantan pemain Persija ini menatap masa depan dan target bersama SFC. Mantan pemain Arema ini mengaku, bersama SFC dapat merasakan gelar.

Disinggung tentang pergantian pelatih yang diiringi dengan kepergian banyak rekan-rekannya, Ponaryo menganggap hal itu wajar. Ia sedih dengan kepergian Rahmad Darmawan, namun itu sebuah pilihan.

“Saya masih memiliki ambisi dan target bersama SFC, mempertahankan Piala Indonesia dan meraih Liga Super Indonesia,” jelas Ponaryo.

Tentang keberadaaan Ivan Kolev, ia mengaku pergantian pelatih dalam sebuah tim itu wajar. Memang pelatih baru tentunya menginginkan skema baru. Ponaryo mengaku sudah mengenal Kolev semasa memperkuat Timnas di Piala Asia 2007.

“Perubahan itu wajar dan menjadi bagian dari yang namanya hidup. Namun yang pasti, SFC adalah klub yang memiliki semua untuk mewujudkan ambisi pemain,” jelasnya.(hendra kusuma/vera s)

Biodata:
Nama:Ponaryo Astaman
TTL:Balikpapan, 25 September 1979
Postur:172 cm/65 kg
Posisi:Gelandang
Klub:
2000-2003 PKT Bontang
2004-2006 PSM Makasar
2006-2007 Malaka Telekom
2007-2008 Arema Malang
2008-2009 Persija Jakarta
2009-sekerang SFC
Timnas
2003-2009 Timnas