Meski mengaku sudah tua, Kayamba masih bisa berlari kencang untuk satu hingga dua musim ke depan, sehingga tidak heran jika SFC tetap memertahankannya.
“Kayamba salah satu pemain yang diinginkan Kolev dan menjadi bagian rencana musim mendatang. Soal kualitas, tak perlu diragukan,” ungkap Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin, Selasa (17/8).
Maka kontrak berdurasi satu musim senilai Rp 1,1 miliar menjadi pengikat resmi Gumbs di di Sekretariat SFC, Jumat (6/8) lalu. Sebagai bukti kualitasnya permainannya, Kapten Laskar Wong Kito itu dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Indonesia 2009/2010.
Dia sukses membawa SFC merebut tiga gelar piala Indonesia berturut-turut. Satu prestasi yang belum pernah diraih oleh klub manapun di Indonesia.
Dengan kecepatan dan skill-nya yang mumpuni, banyak klub yang menginginkan. Namun suami Laurencia ini mengaku betah di Palembang.
“Saya sudah tua, hanya SFC yang saya pilih dan saya nyaman di kota Palembang, istri dan anak saya juga merasa kerasan,” jelas Kayamba yang sudah tiga musim tinggal di Kota Pempek.
Gumbs menilai, kota Palembang yang tenang menjadi salah satu faktor dia bertahan. Diakuinya, Palembang dan kota-kota lainnya di Indonesia tidak ada beda.
Ketika banyak rekan-rekannya pergi dan sebagian lagi mengikuti pelatih Rahmad Darmawan ke Persija Jakarta, ia justru pilih menetap.
Berjuang Bersama Kolev
Gumbs mengaku kehilangan dengan kepergian RD. Tetapi mantan pemain Hull City, Inggris ini bersikap profesional.
“Saya sedih dia pergi, karena dia saya berada di sini. Tetapi dia pergi bukan berarti saya juga harus pergi. Saya profesional dan memiliki pilihan. Saya nyaman dan betah di SFC,” jelasnya.
Gumbs saat ini masih berlibur di Autralia, tempat asal istrinya. Pekan depan dia sudah berada di Palembang untuk bergabung latihan.
Ia akan berjuang sekuat tenaga dan kemampuannya bersama para pemain lama maupun baru untuk mewujudkan target SFC.
“Banyak pemain yang datang dan pergi. Tetapi semuanya bagian dari profesionalisme. Saya juga tidak tahu banyak tentang pelatih (Ivan Kolev). Saya yakin bersamanya kami berusaha mewujudkan target tim,” pungkasnya.
Gumbs adalah pemain Timnas sekaligus kapten Timnas St Kitts N Nevis. Dalam usia mendekati kepala empat, ia tetap mampu bersaing dengan pemain muda di Liga Indonesia.
Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, fisik Gumbs yang terbaik di tim SFC dan dia adalah pemain yang paling cepat. Gumbs pun sesekali mengungkapkan rahasianya agar tetap tampil maksimal di lapangan.
Menurutnya, gaya hidup sehatlah yang membuatnya tetap fit. Makan cukup, tidur teratur, dan tiga jam sebelum pertandingan dia harus tidur.
Gumbs juga dikenal sebagai seorang ayah yang baik, waktu liburan dihabiskan untuk menggendong putra kesayangannya, Nayaka. Ia pun anti alkohol dan rokok. Satu lagi pria yang selalu berpenampilan plontos ini sangat setia kepada pasangannya.
“Istrinya adalah bos saya dan SFC adalah rumah saya,” jelasnya.
Biodata:
Nama:Keith Jerome “Kayamba” Gumbs
Lahir:St Kitts-Nevis
Posisi:Penyerang
Karir
1989-1998 Newton United
1999 Panionios
2000-2001 Hull City
2001 San Juan Jabolateh
2001-2003 Happy Valley
2003-2004 Sabah FA
2004-2007 Kitchee
2007-Sekarang Sriwijaya FC
Timnas
1989-sekarang Timnas St Kitt-Nevis