“Kami akan berusaha untuk meningkatkan kerja sama dan kolektivitas tim. Hanya itu hasil yang kami butuhkan pada setiap laga uji coba,” sambung dia.
Starting eleven masih menjadi rahasia mantan pelatih timnas Indonesia tersebut. Dia mengaku baru akan menentukan pagi jelang pertandingan, tepatnya kala meeting. Namun, Kolev tidak menampik jika akan menurunkan skuad terbaik saat menghadapi salah satu universitas terbesar di Jakarta itu. Walaupun dirinya sadar bahwa lawan yang akan dihadapi hanya sebuah tim amatir.
Beda dengan komposisi yang diturunkan saat menang 1-0 atas tim Afrika Selection (18/12) lalu. Kala itu dia menurunkan pemain supersub sebagai pemain utama. Alasanya kata Kolev, meski bukan tim profesional UNJ adalah tim yang memiliki kualitas fisik bagus. Karena sebagian besar pemainnya masih berusia muda. Oleh karena itu, pria kelahiran 14 Juli 1957 ini, menyebut pertandingan sore ini akan menjadi ajang adu fisik.
“Secara umum kualitas fisik anak-anak sudah cukup bagus. Namun yang terpenting bagaimana caranya menjaga konsitensi stamina. Kami rasa UNJ akan menjadi ujian yang tepat buat melihat kualitas fisik pemain,” tambah dia.
Selain memaksimalkan semua pemain pada kesempatan tersebut, Kolev berencana untuk menurunkan pemain seleksi Philip Arnold. Dia akan memmerikan porsi lebih buat pemain asal Australia itu. ”Besok dia (Philip, red) akan kami maksimalkan. Dia akan kami beri kesempatan pada dua laga. Yakni melawan UNJ dan Persipasi Bekasi (24/12) nanti,” tukas dia.
Bahkan, untuk memaksimalkan kolektivitas timnya, coach Ivan Kolev juga bukan tidak mungkin akan memaksimalkan pemain pelapis seperti saat melawan tim Afrika Selection di uji coba perdananya, Sabtu, (19/12) lalu. Yakni, dengan menurunkan pemain pelapis selama 50 menit dan 30 menit kemudian akan menurunkan beberapa pemain inti. Seperti, Keith Kayamba Gumbs, Ponaryo Astaman dan lainnya.
Apalagi, tim yang bakal di hadapi adalah tim gurem. Praktis, coach Ivan Kolev tidak ingin terlalu mengambil resiko bila memainkan pemain inti yang akan rentan dengan cedera. “Kita lihat nanti di pertandingan. Tidak menutup kemungkinan menurunkan pemain yang jarang diturunkan. Tapi, bisa jadi, pemain yang sudah turun kemarin lawan Afrika Selection diistirahatkan,” lanjutnya.
Rencana Ivan Kolev untuk menurunkan semua skuadnya masuk akal. Selain untuk memaksimalkan koordinasi tim, pelatih asal Bulgaria ini berharap, anak asuhnya keluar dari kejenuhan. Ya, hampir dua bulan, Ponaryo Astaman dkk jarang melakukan kompetisi dan hanya latihan.