Mantan pelatih Timnas Indonesia itu, mengaku masih belum puas dengan performa anak didiknya dari hasil lima laga uji coba sebelumnya. Yaitu kala ditahan seri 1-1 PS AD, menang 6-0 dari Persime Muara Enim, unggul 7-0 atas Sriwijaya FC U-21, mengalahkan Persija 2-0 dan bungkam tim Afrika Selection 1-0. “Kami berharap dapat meraih hasil terbaik pada laga uji coba berikutnya. Bukan hanya hasil namun juga performa,” sambung dia.
Namun, pelatih asal Sofia Bulgaria ini, tidak menampik jika performa anak didiknya dikatakan terus meningkat pada setiap laga. Terakhir saat mengalahkan tim Afrika Selection. Meski tampil dengan amunisi supersub tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tetap bisa meraih hasil positif.
Saat jumpa UNJ, pelatih bernama lengkap Ivan Venkov Kolev ini, berencana turunkan kekuatan terbaik. Kolev berniat melihat perkembangan terakhir anak didiknya sebelum kembali berkompetisi. ”Kami ingin anak-anak kembali dalam top performanya sebelum melanjutkan kompetisi,” tambah dia.
UNJ memang bukan tim selevel. Mereka hanya dihuni mahasiswa yang memiliki talenta sepak bola luar biasa. Tapi jangan dipandang remeh. Menurut Kolev calon lawan memiliki kelebihan stamina. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Ponaryo Astaman dan kawan-kawan untuk menguji fisik pascalibur panjang hingga dua bulan.
“Kami pikir waktu persiapan tinggal sedikit. Kami akan benar-benar memanfaatkan sisa uji coba. Oleh karena itu kami berencana untuk menurunkan kekuatan terbaik saat menghadapi UNJ dan Persipasi Bekasi nanti,” tukas bule yang sudah mahir berbaha Indonesia ini.