Wacana meminjam lisensi seperti solusi bagi klub Liga Super Indonesia (LSI) yang pelatihnya mengantongi lisensi A nasional pada musim-musim sebelumnya, tidak lagi diterima pihak PSSI.
Organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia itu mengharuskan pelatih klub LSI secara penuh memakai lisensi A AFC, tidak hanya sebatas meminjam atau administrasi semata.
"Artinya jika kita tetap memakai duet Kas-Kayamba, harus ada pelatih berlisensi A AFC yang mendampinginya secara penuh di lapangan," jelas Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (16/8).
Seperti wacana awal SFC berencana menggunakan Tumpak Sihite yang mengantongi lisensi A AFC untuk mendampingi Kashartadi.
"Tetapi itu tidak bisa. PSSI meminta seorang pelatih harus tampil penuh di lapangan. Artinya tidak boleh absen jika tidak ada halangan," jelasnya.
Organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia itu mengharuskan pelatih klub LSI secara penuh memakai lisensi A AFC, tidak hanya sebatas meminjam atau administrasi semata.
"Artinya jika kita tetap memakai duet Kas-Kayamba, harus ada pelatih berlisensi A AFC yang mendampinginya secara penuh di lapangan," jelas Dirtek dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Selasa (16/8).
Seperti wacana awal SFC berencana menggunakan Tumpak Sihite yang mengantongi lisensi A AFC untuk mendampingi Kashartadi.
"Tetapi itu tidak bisa. PSSI meminta seorang pelatih harus tampil penuh di lapangan. Artinya tidak boleh absen jika tidak ada halangan," jelasnya.