elatih Kas Hartadi mengatakan, para pemain sudah diingatkannya agar
tidak meremehkan Persita Tangerang. Meski di atas kertas SFC
diunggulkan.
Sebab lanjut Kas, Persita adalah tim
tangguh, berpengalaman dan memiliki mentan bertanding. Ia pun menyatakan
bahwa sepakbola tidak ada yang bisa ditebak dalam sepakbola.
“Memang secara materi kita lebih diunggulkan, namun jangan sekali-kali
meremehkan lawan. Mereka pastinya ingin kembali bangkit dan kembali
meraih tiga poin berikutnya, apalagi mereka akan bermain sebagai tuan
rumah,” tegas Kas.
Pelatih asal Solo itu sejak awal sudah menyatakan 13 laga tersisa
kedepan sebagai partai final bagi timnya. Namun dia enggan memikirkan
potensi ataupun peluang dari keseluruhan laga tersebut, sebab malah akan
mengganggu konsentrasi para pemainnya sendiri. Dia malah meminta agar
anak-anak asuhnya itu untuk fokus ke satu pertandingan terdekat saja,
yakni saat bertemu Persita nanti.
“Kita anggap semua laga kedepan sebagai final jika ingin tetap mengejar
Persipura. Terpenting pemain tetap fokus ke satu pertandingan paling
dekat dulu, baru memikirkan pertandingan selanjutnya,” ucap mantan
pemain Kramayudha Tiga Berlian ini.
Sementara, Head Coach Persita, Giman Nurjaman menyatakan siap melakoni
pertandingan melawan tim sekelas SFC. Pihaknya sudah taktik dan strategi
untuk menahan gempuran pemain-pemain SFC, yang kemu ngkinan besar akan
mengandalkan serangan dari sektor sayap. Baginya, kekuatan SFC saat ini
tidak jauh beda dengan Arema Indonesia dan Persib Bandung yang sama-sama
berada di big four klasemen sementara.
“Empat tim teratas itu sejauh ini selalu menerapkan permainan menyerang
baik di laga kandang maupun tandang. Menghadapinya kita tentu tidak
ingin bertahan saja, sebab malah akan membahayakan. Saya akan minta
kepada pemain agar berani bermain terbuka dan menyerang,” tegasnya.
Dikatakan, malah sangat riskan apabila kembali menerapkan strategi
bertahan, apalagi untuk menghadapi tim sebesar SFC. Memang pola bertahan
dengan pertahanan yang kuat mampu menahan alur serangan. Namun dalam
sebuah pertandingan tidak selamanya pemain bisa bertahan dari serangan
lawan, terlebih apabila tim lawan tidak mengendurkan serangan.
"Kita akan bermain seimbang, antara menyerang dan bertahan. Kita
harus bersiap menahan skema serangan tim lawan, tapi bukan bearti tidak
menyerang lini belakang Sriwijaya. Saya banyak mengambil pelajaran saat
dikalahkan di kandang Arema lalu," ujarnya.