Sriwijaya FC wajib konsentrasi penuh selama 90 menit plus di
saat-saat krusial yakni waktu tambahan, jika tidak ingin kembali
dipermalukan saat menjamu Arema Indonesia pada Minggu (23/6/2013)
mendatang.
Head Coach SFC, Kas Hartadi menyatakan kesulitan menghadapi Arema di
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring nanti, sama seperti ketika timnya
menjamu Persipura Jayapura pada 20 April lalu. Arema ditopang oleh
pemain-pemain berkualitas dari segala lini baik depan hingga belakang,
sehingga menjadikan timnya wajib konsentarasil full disepanjang
pertandingan alias hingga peluit wasit dibunyikan.
“Kita sadar betul dengan kekuatan besar dari Arema. Mereka tim besar
sama seperti Persipura,” katanya ketika dihubungi Sripo, Sabtu
(22/6/2013).
Wajar jika Kas sedikit khawatir jelang duel bigmacth itu. Pasalnya
dia tidak ingin memori buruk yakni kekalahan pertama kali di kandang
saat dibekuk Persipura kembali terulang. Waktu itu SFC harus terdiam
oleh gol telat dari pemain-pemain Persipura, yakni melalui kaki Boas
Salossa pada menit ke-86 dan Nelson Alom pada menit ke-90.
“Kita tidak ingin pemain hilang konsentrasi dan malah kebobolan pada
menit-menit akhir seperti saat dikalahkan Persipura,” sambung Kas.
Untuk itu saat menghadapi Arema nanti, Kas meminta pada anak-anak
asuhnya, agar bisa bermain lebih enjoy dan tidak terbawa arus permainan
lawan. Kemenangan 2-1 saat melawan Gresik (29/6) lalu pun diharapkan
bisa menjadi modal positif untuk semakin memotivasi para pemainnya,
meskipun masih ada beberapa kelemahan yang mesti diperbaiki.
“Lawan Gresik kemarin kita tertinggal lebih dulu, untuk itu saya
tekankan agar jangan kehilangan konsentrasi pada menit-menit awal.
Terlebih Arema pun terkenal dengan serangan cepatnya dan sering mencetak
gol pada menit-menit awal,” ungkapnya.
Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar ISL dan Perang Bintang bagi
SFC itu, tidak ingin mengulangi memori buruk saat menelan kekalahan
telak 1-4 lawan Arema pada putaran pertama lalu. Waktu itu gol cepat
Gonzales ketika permainan baru berjalan satu menit menjadikan mental
anakl-anak asuhnya langsung down. Terlebih setelah Alberto kembali
menggandakan kedudukan pada menit ke-12.
“Sebenarnya kita waktu itu optimis bisa mengimbangi permainan Arema,
tapi gol cepat mereka membuat lini belakang jadi kacau dan ini tidak
boleh terulang lagi,” tegas Kas.
