Kedua ini pemain layak
menjadi sorotan karena melihat statusnya sebagai pemain pinjaman dari
masing-masing tim sejak awal putaran kedua lalu. Tentu pertemuan kali
ini akan menjadi ajang pembuktian bagi dua bomber asing itu, untuk
menyakinkan pihak manajemen masing-masing klub, bahwa langkah pertukaran
mereka bukan pilihan yang salah. Mengingat pada awalnya diketahui
banyak pihak, yang pro dan kontrak atas kebijakan untuk pertukaran kedua
pemain itu.
Namun sejauh ini penampilan
Dzumafo bersama SFC bisa dibilang lebih baik dibandingkan Hilton Moreira
ketika bersama Persib. Dilihat dari sumbangan gol, Dzumafo terhitung
sudah menyumbangkan tiga gol (dua pinalti dan satu open play) dari lima
pertandingan, sedangkan Hilton sendiri baru berhasil menciptakan satu
gol saja dari jumlah pertandingan.
Kemudian,
Dzumafo pun sukses membawa timnya meraih kemenangan tiga kali, satu kali
seri dan satu kali kalah, sedangkan Hilton bersama Persib mengemas dua
kemenangan, satu kali seri dan dua kali kekalahan. Makanya pertemuan
kali ini bisa dibilang menjadi ajang pembuktian dari kedua bomber, untuk
memberikan hasil terbaik bagi klub barunya itu.
Terkhusus
Dzumafo, selain bertekad membawa SFC meraih kemenangan atas Persib.
Lebih dari itu tujuan pemain berpostur tinggi besar ini juga ingin
membuktikan bahwa performa dan penampilannya masih bisa diandalkan.
Keputusan manajemen Persib yang ingin ‘membuang’ dirinya sebelum terjadi
kesepakatan untuk ditukar dengan Hilton, sebisa mungkin akan dijawab
dalam pertemuan sore nanti.
“Sekarang saya
sudah bersama SFC dan saya harus bisa bermain total membawa SFC menang.
Persib memang pernah jadi bagian dari saya (pada putaran pertama lalu),
tapi itu masa lalu saya,” katanya, Sabtu (15/6/2013).
Tak
sungkan pemain yang bersinar di klub lamanya PSPS Pekanbaru itu
menyatakan siap mencetak gol ke gawang Persib. Dua gol ke gawang Persita
Tangerang pada laga Senin (10/6/2-13) lalu menjadi bukti bahwa naluri
mencetak golnya masih tinggi, terlebih dengan dukungan pemain SFC
lainnya.
“Mudah-mudahan saat lawan Persib nanti saya kembali cetak gol, dan kembali membawa SFC meraih kemenangan,” harapnya.
Meski
diakui Dzumafo target timnya untuk menang dikandang Persib ini cukup
sulit, namun dia bersama rekannya yang lain akan berusaha semaksimal
mungkin memberikan permainan terbaik. Termasuk ketika berduel dengan
mantan rekan-rekannya sendiri di lapangan hijau, terutama dari lini
belakang, mantan pemain PSPS itu tetap akan bermain fight dan tanpa
kompromi.
“Saya tahu lawan yang tangguh. Mereka
memiliki komposisi pemain yang merata dari lini per lini,” terang pria
yang beristrikan orang Indonesia itu.
Serupa
Hilton Moreira pun mengaku sudah tidak sabar ingin menjebol gawang
mantan timnya, SFC. Baginya tidak ada hal berbeda menghadapi mantan
rekan satu tim. Fokus utamanya saat ini adalah menumpahkan kemampuan
terbaik bagi Persib, dan untuk itu dia pun berharap bisa mendapatkan
dukungan penuh dari para bobotoh (sebutan suporter Persib) saat timnya
bertanding nanti.
“Saya sudah lama tidak cetak
gol. Saat lawan Pelita Bandung Raya (11/6) lalu pun saya tidak bisa main
karena akumulasi. Sekarang saya siap dimainkan lagi dan siap bawa
Persib menang,” katanya.
Menanggapi penampilan
SFC pada putaran kedua ini, Hilton mengatakan, kondisi Laskar Wong Kito
sekarang mampu tampil konsisten meski dengan skuad yang sudah banyak
berubah. Secara keseluruhan kepergian lima pemain yang dilepas pada
akhir putaran pertama lalu, tidak membuat kekuatan SFC berkurang meski
sebagain besar pemain yang jadi juara musim lalu pun sudah banyak
berpindah klub.
“Tahun lalu saya bisa juara di
sana, tapi sekarang materi pemain beda. Musim ini banyak pemain pindah
dan diganti pemain-pemain baru, tapi SFC tetap hebat karena mereka punya
mental juara,” ungkap pemain asal Brasil itu.
“Kita
harus waspadai itu. Saya akan bicara sama pelatih soal kekuatan SFC,
bagaimana caranya kita bisa menahan permainan mereka nanti,” sambung
Hilton.
