Skuad Sriwijaya FC bertekad ingin memperbaiki finishing touch
(penyelesaian akhir) pemain depan yang dirasa masih kurang tajam dalam
beberapa pertandingan terakhir. Apalagi lawan berikutnya dipastikan
lebih berat yakni saat dijamu Persija Jakarta, dalam lanjutan Indonesia
Super League (ISL) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada
Sabtu (27/7) mendatang.
Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki mengakui kalau penampilan
Boakay Eddie Foday dan kawan-kawan di empat laga terakhir memang jauh
dari harapan. Yakni saat bermain imbang (2-2) di markas Pelita Bandung
Raya pada 29 Juni lalu. Kemudian kembali ditahan (2-2) oleh Persela dan
menuai kekalahan telak saat menjamu Persepam Madura United, saat bermain
di Jakabaring pada 11 dan 15 Juli lalu.
“Kita baru bisa bangkit dan meraih poin penuh ketika bertandang ke
markas PSPS Pekanbaru (22/7) kemarin. Dilihat dari hasilnya tentu kita
sangat puas, tapi kalau dari permainan tim dan kinerja lini depan tentu
masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya ketika dihubungi
Sripoku.com, Rabu (24/7).
Maklum saja jika pria yang akrab disapa Endi ini sedikit was-was
dengan kinerja lini depannya, sebab gol tunggal Dzumafo Herman Effandi
ke gawang PSPS lagi-lagi tercipta melalui bola mati alias penalti. Sama
seperti dua gol saat timnya ditahan imbang oleh Persela Lamongan pekan
lalu, semuanya kembali dieksekusi dari titik putih oleh Ponaryo Astaman.
“Tiga gol terakhir memang semuanya penalti dan ini patut menjadi
perhatian. Kita tidak mungkin selalu berharap dari kesalahan pemain
lawan,” sambung Endi.
Penampilan timnya itu, lanjut Endi, sangat berbeda jauh ketika timnya meraih kemenangan besar (3-1) saat menjamu Arema ISL
pada 23 Juni lalu. Waktu itu permainan Boakay Eddie Foday dan
kawan-kawan sangat bagus dan tiga gol yang tercipta pun melalui
permainan terbuka. Motivasi yang ditunjukkan pun benar-benar
memperlihatkan kalau SFC merupakan juara bertahan musim lalu.
“Kita tahu tim saat ini sedang dalam masalah pada permainan.
Ketajaman dari pemain-pemain depan belum juga nampak. Jelas ini menjadi
problem bagi kita dan mesti diperbaiki segera,” ujar Ketua Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palembang ini.
Ditambahkan, apalagi lawan yang bakal dihadapi kali ini adalah
Persija. Tim ibukota itu memiliki pemain-pemain berkelas, terutama untuk
lini pertahanannya masih ada nama Fabiano Beltrame. Pemain asing asal
Brasil itu dipastikan bakal menjadi tembok terkokoh, dengan siap menahan
gempuran dari barisan penyerang Laskar Wong Kito (julukan SFC).
“Kita harap para penyerang kita kembali menemukan ketajamannya, mulai dari Erick, Foday, Tantan dan Dzumafo,” harapnya.