Kendati gagal menggusur Persib Bandung setelah main imbang (2-2)
dalam laga menjamu Persela Lamongan, Kamis (11/7/2013) malam, tetapi
Pelatih Sriwijaya FC Kas menolak untuk menyerah dalam perburuan
memperebutkan posisi runner up.
Menurut Kas, peluang untuk kembali mendekat dengan Persib dan Arema
yang kini berada diperingkat ketiga dan kedua klasemen Indonesia Super
League (ISL) masih terbuka lebar.
"Kita masih punya kesempatan, karena selisih poinya hanya satu angka
saja dari Persib. Jadi kalau menang lawan Persepam (15/7/2013) nanti,
poin kita pun sama dengan Arema yakni 56 poin," ulas mantan pelatih SFC U-21 ini.
Sebelumnya pada pertandingan di depan ribuan penonton yang tetap
ramai memadati Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kedua tim saling
memperagakan permainan terbuka dan saling jual beli serangan pada menit
awal. Bahkan SFC sempat dibuat bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik cepat karena permainan sayap Persela cukup mendominasi.
Namun, petaka bagi tim tamu muncul pada menit ke-19, tak kala Tantan
yang melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti harus dilanggar oleh
Syaiful Lewenusa. Alhasil wasit langsung menunjuk titik putih dan
Ponaryo yang dipercaya melakukan eksekusi penalti dengan tenang
menempatkan bola di sudut kanan atas kiper Khoirul Huda. Skor 1-0 untuk
keunggulan SFC bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persela yang mencari gol penyeimbang terus
berusaha melakukan tekanan ke jantung pertahanan SFC. Namun kesolidan
lini pertahanan yang digalang Lee Dong Won dan Abdul Rahman, membuat
striker lawan Mario Costas tak mampu berbuat banyak.
Belum menyerah, Persela coba memainkan striker lokal, Samsul Arif
pada menit ke-56, dengan mengganti pemain tengah Catur Pamungkas. Tak
percuma dengan masuknya Samsul Arif, serangan Laskar Joko Tingkir
semakin variatif. Puncaknya pada menit ke-60 kiper SFC, Rivky D
Mokodompit dikejutkan oleh tendangan keras Fandi Eko Utomo.
Bola tak mampu diamankan dengan sempurna, sehingga mampu dimanfaatkan
dengan baik oleh Mario Costas yang sigap menyambar bola muntah. Skor
imbang 1-1 untuk kedua tim. Belum juga bernafas, SFC
kembali dikejutkan kembali oleh gol kedua Mario Costas. Pemain asal
Argentina itu lagi-lagi mampu memanfaatkan bola rebound, setelah
tendangan keras Samsul Arif hanya mampu ditepis Riky pada menit ke-67.
Disisa 20 menit waktu normal, SFC
yang tak ingin dipermalukan dikandangnya sendiri terus berusaha menekan
pertahanan Persela. Meski harus kehilangan Dodok Anang Zuanto yang
cedera dan digantikan oleh Diego Michiels pada menit ke-72, tapi SFC
tetap menguasai lini tengah. Barulah pada menit ke-78, Persela
mendapatkan petaka setelah kembali dihukum wasit dengan penalti, akibat
stoppernya, Roman Golian dengan sengaja menarik Boakay Eddie Foday di
kotak terlarang.
Lagi-lagi Ponaryo yang melakukan eksekusi kembali berhasil mengecoh
Khoirul Huda dan menjadikan skor 2-2 bagi kedua tim hingga akhir
pertandingan.