Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi
nampak masih kesal dengan kekalahan anak asuhnya di Stadion Gelora Bung
Karno Jakarta, saat meladeni Persija, Sabtu (27/7) kemarin.
Meski
skor akhir hanya 1-0, sangat menyakitkan bagi Kas yang menilai ada
kecurangan di tubuh wasit di lapangan. Pasalnya, beberapa kali saja saat
SFC punya peluang emas di area pertahanan Persija, wasit selalu
membunyikan peluit tanda pelanggaran. Bukan hanya sekali, namun berulang
kali Kas merasa Popon cs merasa tercurangi.
"Wasit kita mulai
kumat. Wasitnya cari uang lebaran dan THR, bubarkan saja ISL kalau
begini terus," kata Kas dengan nada tinggi saat dibincangi di dalam bis
dari GBK ke Hotel Kartika Chandra, tempat SFC menginap.
Tambah Kas, jika memang ada keadilan di lapangan, pasti Sriwijaya FC
bisa imbangi skor, terlebih dapat memenangkan pertandingan. Selain
peluang emas terus dihambat oleh peniupan peluit oleh wasit, Laskar Wong
Kito juga berpotensi mendapatkan hadiah tendangan pinalty atas kelakuan
anak asuh Beni Dollo terhadap Lee Dong Won yang 'teraniaya' di dalam
kotak pinalty, belum lagi Tantan yang merasakan hal yang sama. Disitulah
Kas merasa geram dengan keputusan-keputusan wasit yang mengabaikan
peraturan lapangan. Salah satu keputusan Prasetyo yang dinilai janggal,
yaitu tak memberikan tendangan penalti setelah pemain Persija
menjatuhkan Lee Dong Won di kotak terlarang. Kejadian itu terjadi jelang
pertandingan berakhir.
"Seharusnya pada saat Lee dijatuhkan
didepan gawang Persija, itu kan resikonya tendangan pinalty, tapi
mengapa diabaikan begitu saja. Kalau begini terus persebakbolaan
indonesia, mana mau maju," ujar Kas.
Diungkapkan juga oleh Kas
bahwa bukan hanya tim anak asuhnya yang merasa teraniaya, baru ini ada
kejadian dimana para pemain merasa tidak diperlakukan adil oleh wasit,
yakni saat pertandingan Barito putra dan Persib Bandung, dimana Persib
Bandunglah yang menjadi 'korban' wasit, sehingga skor akhir di tuan
rumah Barito, imbang 2-2. Sebagaimana saat pertandingan yang ditonton
oleh ribuan penonton, gol Kenji Adachihara dimenit perpanjangan babak
dua, dianulir wasit yang menganggap ada benturan atau gangguan terhadap
kiper Barito Putra, Dian Agus. Padahal sangat jelas bahwa posisi Kenji
dengan kiper adalah fifty-fifty bahkan Kenji terlihat memperoleh bola
terlebih dahulu. Akibat anulir tersebut, Persib gagal memenangi
pertandingan 3-2 dan harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan tuan
rumah Barito Putra.
"Kasus ini kan sama dengan Persib lawan
Barito kemaren. Persib kan bisa saja mennag kalau wasit tak berpihak ke
tuan rumah. Jadi semua wasit cari THR untuk lebaran nanti," ungkap Kas.
Untuk
itulah Kas menegaskan, bukan tak menerima atas kekalahan dari tuan
rumah Persija Jakarta, hanya saja Kas ingin kemajuan sepak bola
Indonesia agar sepak bola terus menjadi olahraga dan tontonan yang
menarik bagi masyarakat yang mencintainya. Memang diakuinya, anak
asuhnya bermain kurang disipin sejak menit awal, dan itu dirasakan Kas,
tapi terlepas dari itu, pria asal Solo ini menyesalkan wasit.
"Kita
memang main kurang disiplin, tapi mereka juga ada pelanggaran yang
harus diberikan hukuman. Ayolah kita bersama-sama membangun sepak bola
di Indonesia, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun, terlebih
kita orang-orang yang bergelut di sepak bola," harap Kas.