Winger lincah Sriwijaya FC, Tantan dipastikan bakal turun sejak menit awal saat timnya bertemu Persija
Jakarta, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (27/7)
pukul 21.00 live ANTV. Berposisi sebagai sayap kiri, Tantan mendapatkan
tugas khusus untuk mematahkan sisi kanan pertahanan Persija Jakarta yang biasa ditempati oleh Ismed Sofyan.
Head Coach SFC, Kas Hartadi sejak awal sudah mengungkapkan tetap
mengandalkan Tantan di sisi kiri. Tugasnya untuk menggedor lini
pertahanan Persija
itu akan dibantu oleh Boakay Eddie Foday yang bertugas sebagai second
striker, tepat di belakang penyerang asal Kamerun Herman Dzumafo Effandi
selaku target man. Sementara sisi sayap kanan dipastikan bakal
ditempati oleh Erick Weeks Lewis.
“Saya minta Tantan untuk menahan pergerakan Ismed Sofyan agar jangan
terlalu sering membantu serangan,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com,
Jumat (26/7/2013).
Maklum jika Kas sedikit waspada dengan pemain yang paling senior di Persija
itu. Meski sudah berusia 33 tahun tapi permainan tetap menjanjikan dan
selalu membuat repot lini pertahanan lawan. Tidak hanya mengandalkan
akselerasi cepat untuk membantu serangan, tapi lebih dari itu Ismed
memiliki kelebihan dalam melakukan eksekusi bola-bola mati.
“Kita waspadai Ismed ini karena kualiatasnya tidak perlu diragukan
lagi. Putaran pertama lalu pun kita sebenarnya sudah deal bergabung ke
SFC, tapi akhirnya dibatalkan Ismed karena dia masih ingin bertahan di Persija atas desakan Jak Mania (suporter Persija),” kenang eks pelatih Timnas U-13 itu.
Kendati demikian mantan pemain yang sukses mempersembahkan emas pada
SEA Games 1991 Philipina itu juga menyatakan tidak akan mengekang
pergerakan Tantan. Pemain yang sudah mencetak sembilan gol ini
dibebaskan untuk berimprovisasi di lapangan dan tidak mesti selalu
bergerak di sayap kiri. Tantan bisa juga bertukar posisi atau melakukan
rotasi dengan Erick, apabila setiap peluang yang diperoleh mengalami
kebuntuan.
“Cara ini kita lakukan untuk membuat pemain lawan juga menjadi
kebingungan. Jadi mereka tidak bisa fokus menjaga pergerakan pemain kita
satu persatu,” imbuh Kas.