Belum juga kompetisi musim depan dimulai, tapi aroma persaingan antar tim-tim besar sudah terasa dalam jedah transfer saat ini. Persib Bandung dan Arema ISL dianggap sebagai pesaing terberat dalam hal perebutan pemain-pemain berkualitas itu.
Demikian yang diungkapkan oleh Asisten Manajer SFC, Muchendi
Mahzareki, Minggu usai rapat besar di Griya Agung Palembang, Minggu
(13/10/2013). Menurutnya, memang pada masa perburuan pemain saat libur
kompetisi seperti ini, pihaknya selalu bersaing dengan tim-tim papan
atas untuk mendapatkan satu atau dua pemain incaran. Pasalnya tidak
hanya SFC saja
yang berminat dengan service pemain bersangkutan tapi banyak klub besar
lainnya yang juga sudah mengarahkan bidikannya, tanpa harus memikirkan
berapa nominal yang diminta sang pemain.
"Persib dan Arema adalah pesaing terberat SFC
dalam perburuan pemain. Apalagi jika kita mengincar pemain yang
labelnya pemain timnas dipastikan lebih banyak lagi klub yang
meminatinya, tinggal lagi usaha masing-masing tim dan keinginan dari
pemain itu sendiri. Meski harga sudah cocok, kalau si pemain merasa
kurang srek bermain di klub tersebut, mungkin dia memilih klub lain,"
ucap pria yang akrab disapa Bung Endi ini.
Dikatakan, Titus Bonay dan Ferdinand Sinaga adalah sebagian kecil
dari beberapa nama pemain yang tengah diperebutkan tim-tim papan atas.
Pihaknya mengakui kalau harus masuk dalam persaingan itu dan komunikasi
dan negosiasi dengan Titus Bonay masih terus dilakukan. "Sementara
Ferdinand, sepertinya tidak mungkin lagi, karena dari dia kurang terlalu
tertarik dengan SFC," tutur Putra sulung Wakil Gubernur Sumsel terpilih
Ishak Mekki ini.
Untuk mendapatkan pemain yang memiliki kualitas tapi tak masuk dalam
incaran tim-tim papan atas, lanjut Endi, pihaknya tak mau terjebak
dengan nama-nama pemain yang biasa beredar. Selain diburu banyak
klub,harga pemain itu juga akan meningkat, karena posisi tawarnya
tinggi.
"Sebenarnya masih banyak pemain-pemain bagus yang jauh dari
ketenaran. Pemain-pemain seperti inilah yang harus kami dapatkan,"
katanya.
Apalagi lanjut Endi, pihaknya juga tidak hanya mencari pemain inti
saja, tapi untuk beberapa pemain pelapis. Seperti Ponaryo Astaman yang
masih fifty-fifty, namun siapa pelapisnya harus sudah disiapkan. Begitu
juga untuk posisi-posisi lainnya.
"Semua bisa saja berubah dan mencari bidikan-bidikan baru lagi, kalau sebagian pemain yang diincar tidak deal dengan SFC.