Sriwijaya FC akhirnya mempertahankan Ponaryo "Popon" Astaman, untuk
mengarungi kompetisi musim depan baik itu Indonesia Super League maupun
Piala Indonesia.
Keputusan itu cukup mengejutkan mengingat beberapa hari terakhir
Manajer SFC Robert Heri sudah menyatakan kalau Popon tidak akan
diperpanjang dengan alasan gaji sang pemain yang terlampau mahal. Namun,
semuanya berbalik dalam rapat tertutup antara jajaran manajemen dan
Ponaryo Astaman di Griya Agung Palembang, Sabtu (19/10/2013).
Presiden SFC, Dodi Reza Alex selaku pimpinan tertinggi menegaskan
kalau pihaknya akan tetap memperpanjang Popon, karena sang pemain sudah
terlanjur dikontrak dua tahun. Terkait gaji pemain yang terlampau
tinggi, SFC jelas akan mencarikaan solusinya dengan menyiapkan bapak
angkat yang berasal dari perusahaan besar di Sumsel.
"Kita sudah ambil keputusan bersama jajaran manajemen dan manajer.
Kita juga sudah bicara dengan Popon langsung terkait masa depannya di
SFC dan Alhamdulillah dia siap memperkuat lagi SFC musim depan," katanya
usai rapat.
Dengan kepastian mengontrak Popon itu, lanjut Dodi, maka pihaknya
kedepan tingggal menyusun skuad SFC, siapa-siapa saja pemain yang akan
direkrut. Tim khusus sudah dibentuk mulai dari Direktur Teknik dan SDM
SFC Hendri Zainudin, Manajer Tim Robert Heri, Asisten Manajer Muchendi
Mahzareki, Head Coach Subangkit dan Kapten Tim Ponaryo Astaman.
"Kita berikan tugas ini kepada Popon, karena dia sebagai pemain
senior, sudah barang tentu banyak memiliki jaringan pemain-pemain
berkualitas," terangnya.
Menurutnya, dalam rapat itu juga dicapai kesepakatan kalau SFC akan
mengeluarkan surat resmi pada PT Liga Indonesia, terkait jaminan
pembayaran tunggakan terhadap pemainmusim lalu. Seperti diketahui saat
ini SFC masih memiliki piutang pada PT Liga sebesar Rp 2 Milyar dan uang
itulah yang akan dibayarkan langsung pada para pemain musim lalu."Ini
bukti dari komitmen manajemen, kalau kita akan membayarkan tunggakan
gaji langsung kepada rekening pemain. Nanti rinciannya berapa yang harus
dibayarkan akan dilampirkan dalam surat itu," katanya.
"Langkah itu menjadi opsi kita, sembari terus mencari dana-dana
talangan lain, untuk memenuhi kewajiban itu. Saya harap bisa didapatkan
secepatnya," sambung Dodi.
Terkait pendanaan musim depan, Dodi melanjutkan, program bapak angkat
tampaknya akan tetap menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan tim musim
depan. Sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang bersedia menjadi
bapak angkat pemain. Kemudian ditambah beberapa perusahaan lain dan
belum lagi kesediaan dari perorangan seperti kepala daerah, seperti
Walikota Romi Herton, Bupati Banyuasin Ian Bastian, Bupati Lahat Aswari,
yang merespon cepat dengan bersedia bapaak angkat pemain.
"Program inilah diharapkan bisa menjadi solusi atas persoalan
finansial kita musim lalu, yang juga dialami oleh tim-tim lain di ISL,"
katanya.
Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin menambahkan, dengan
langkah itu pihaknya bisa mendapatkan pemain-pemain kelas 1, untuk bisa
memperkuat timnya musim depan. Pihaknya akan mencari pemain-pemain inti
untuk memenuhi minimal 18 orang, sedangkan sisanya akan dimaksimalkan
pemain muda yang ada di SFC U-21.
"Jelas dari hasil perburuan sejauh ini kita masih kekurangan dii
sektor depan, dan ini yang jadi perhatian utama kita," jelasnya.
Sementara Ponaryo Astaman menerima keputusan SFC yang mempertahankan
dirinya musim depan. Mengenai pernyataan Manajer Tim Robert Heri yang
memilih tidak mempertahankannya, sejak awal dia tidak terlalu
dipusingkan hal itu dan masih menunggu keputusan resmi dari presiden
klub.
"Saya akan tetap main di SFC musim depan karena ikut keputusan dari Pak Dodi," ujarnya.