Deretan penyerang Sriwijaya FC selalu berubah di setiap musim, tetapi
selalu ada penyerang baik itu winger dan striker yang menjadi predator
andalan. Dalam catatan Sripo, SFC setidaknya memiliki striker lokal dan
asing yang selalu bersinar.
Tercatat striker Andi Ondang yang dua musim memperkuat SFC 2005-
2007, satu dari sekian striker yang sukses bersama SFC, dengan 12
golnya. Kemudian striker Budi Sudarsono dan terakhir Tantan.
Namun dari sekian nama di atas, striker asing Keith Jerome Kayamba
Gumbs dianggap paling fenomenal. Pria yang selalu tampil plontos ini
eksis meski para penyerang datang silih berganti.
Dari rentetan penampilan SFC dari musim ke musim, tidak ada yang
mampu meredupkan sinar "Papa Gumbs". Ketika SFC meraih double winner ada
Christian Lenglolo yang menjadi target man, namun dia menunjukkan peran
luar biasa, memasuki musim 2008/2009, SFC mendatangkan beberapa striker
asing Ngon A Djam, dan Gumbs yang dipasang sebagai winger tetap memberi
peran luar biasa.
Puncak dari peran tak tergantikan Gumbs saat memasuki musim
2009/2010, 2010/2011 dan 2011/2012. Papa Gumbs bagian yang tidak
terpisahkan dari sukses SFC meraih gelar. Dia tipe striker yang
dibutuhkan SFC yang perlu memburu reinkarnasinya.
Upaya ini sudah dilakukan manajemen. Robert Heri cs sudah memboyong
Vendry Mofu, yang memberikan pembeda dan sedikit tenang. Sehingga fokus
mencari striker yang bisa dikatakan emergency. Manajemen harus segera
memastikan siapa striker berkulitas yang mengisi lini depan.
Setidaknya, SFC memiliki Rizky Dwi Ramadhana yang menjadi top skor
ISL U-21, kemudian Anis Nabar yang direkomendasikan pelatih Subangkit
untuk segera dikontrak."Striker menjadi fokus saat ini, sekali lagi kami
tegaskan, kami fokus merampungkan proses rekrutmen Syamsul Arif dan
sementara Titus Bonai kemungkinan batal. Khusus Syamsul akan memberikan
jawaban usai memperkuat Timnas, namun kami akan usahakan secepatnya,"
kata Robert.