Sriwijaya FC diharuskan meraih kemenangan besar atas lawannya Persik Kediri,
jika ingin tetap menjaga peluangnya lolos ke babak semifinal Kejuaran
Piala Gubernur Jatim. Lancine Kone dan kawan-kawan akan menentukan
nasibnya itu pada pertandingan lanjutan grup B di Stadion Kanjuruhan
Malang, Jawa Timur, Rabu (18/12/2013) pukul 15.00 ini.
Seperti diketahui usai menelan kekalahan atas Arema Cronous (3-1), Senin (16/12/2013) kemarin, posisi SFC
sendiri dalam keadaan terjepit dengan belum mengemas poin dan defisit
dua gol. Paling tidak Laskar Wong Kito masih bisa mengejar status runner
up terbaik dari tiga grup yang bertanding.
Sebab, mengharapkan kekalahan Arema (pemucak klasemen grup B) saat
bertemu Persik yang akan bertanding pada Jumat (20/12/2013), rasanya
cukup sulit terealisasi. Jadi mau tidak mau kemenangan lawan Persik dore
ini, jadi harga mati jika SFC masih menginginkan lolos ke fase berikutnya.
Tidak cukup meraih kemenangan saja, SFC
juga dituntut untuk meraih kemenangan besar dengan mencetak gol
sebanyak-banyaknya. Pasalnya, persaingan di grup lainnya terbilang
sangat ketat. Apalagi hasil pertandingan grup A yang mempertemukan
Persebaya dan Persepam Madura, Selasa (17/12), berakhir dengan kedudukan
imbang (0-0).
“Peluang kita untuk lolos ke semifinal memang cukup berat, tapi masih
terbuka. Untuk itu tidak ada cara lain, terkecuali main sebaik mungkin
saat bertemu Persik Kediri nanti,” kata Head Coach SFC, Subangkit ketika dihubungi Sripoku.com, Selasa (17/12).
Dikatakan, saat ini timnya sendiri sengaja difokuskan untuk recovery
setelah melakoni partai berat melawan Arema. Kondisi itu jelas berbeda
dengan Persik yang dipastikan jauh lebih bugar, karena lawa melawan SFC itu merupakan laga perdananya. Jadi, sebagai antisipasinya, Subangkit menyatakan bakal menerapkan rotasi pemain.
“Kita akan coba memainkan pemain-pemain yang belum turun saat lawan
Arema kemarin. Apalagi, kemarin ada beberapa pemain kita yang juga
mengalami cedera, seperrti Siswanto dan Lancine Kone,” ungkapnya.
Hanya saja, diungkapkan Subangkit, kondisi Kone sendiri tidak terlalu
parah dan kemungkinan besar masih bisa dimainkan saat melawan tim
Persik. Peran Kone sebagai kapten tim memang dianggap cukup vital untuk
ditinggalkan. Namun, dia juga menegaskan tidak ingin terlalu bergabung
dengan satu pemain saja, sebab SFC bukan hanya diperkuat satu orang saja tapi tim secara keseluruhan.
“Saya tidak ingin mengandalkan satu pemain saja. Kalaupun Kone memang
tidak bisa dipaksakan bermain, pasti akan kita istirahatkan dahulu,”
tegasnya.
Ditanya peluang untuk meraih kemenangan lawan Persik nanti? Subangkit
tidak bisa menjanjikan secara pasti, tapi dia akan berusaha
mempersembahkan kemenangan atas tim promosi itu. Apalagi secara head to
head pertemuan kedua sejak 2008-2010 SFC masih diunggulkan. Dari empat kali pertemuan, SFC mampu meraih 2 kali kemenangan dan 2 kali seri.
“Head to head SFC dan Persik jadi motivasi bagi saya untuk mempertahankan tradisi tidak pernah kalah atas Persik,” sambung Subangkit.
Manajer Tim SFC,
Robert Heri menegaskan tidak terlalu mematok target tinggi dari
Kejuaraan Piala Gubernur Jatim itu. Dia sendiri menilai ajang itu
sebagai pematangan strategi dan mental para pemain sebelum kompetisi ISL
musim depan bergulir. Apalagi, dia sadar untuk mencapai hasil terbaik
ditengah kondisi tim yang mengalami perubahan total, jelas cukup
dilakukan.
Namun, terlepas dari itu Robert mengaku cukup puas dengan penampilan SFC
saat melawan Arema kemarin. Semua pemain dinilai menunjukkan performa
yang menawan. Terlebih yang menjadi sorotannya adalah ada dua pemain
asli Sumsel, yakni Rizky Dwi Ramadhana dan Fauzi Toldo yang diturunkan
dalam pertandingan itu.
“Meski tim kita menelan kekalahan lawan Arema, tapi pemain bermain
sangat baik. Hanya saja, tekanan tuan rumah dan keberpihakan wasit
menjadikan permainan kita kacau,” keluhnya.
Ditambahkan, mental pemainnya down setelah wasit menunjuk titik putih
pada menit ke-80 itu. Meski eksekusi pelanti yang dilakukan Alberto
Golcalves tidak menemui sasaran, tapi tetap setelah itu mental pemain
kita masih sulit bangkit atas perlakuan wasit yang berat sebelah.
“Mudah-mudahan lawan Persik nanti, pemain kita bisa bangkit. Apapun
hasilnya, terpenting ajang ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk
menambah pengalaman dan pembelajaran bagi tim,” sambung Kepala Dinas
Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel itu.
Sementara, seperti dilansir Okezone.com, Selasa (17/12), Persik Kediri tidak mau menjadi ajang pelampiasan SFC.
Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo menyatakan timnya tidak akan setengah-setengah dalam turnamen ini. Menghadapi SFC
yang belum sepenuhnya solid, dirinya yakin kekuatan Persik masih satu
level dengan tim arahan Subangkit. Apalagi Persik sempat mengintip
bagaimana performa Sriwijaya.
"Walau menelan kekalahan, Sriwijaya tetap memiliki potensi besar.
Tentunya mereka akan berusaha menjadikan Persik ajang pembalasan dari
kekalahan di pertandingan pertama. Kami harus ekstra sabar menghadapi
mereka dan sekaligus memiliki kepercayaan diri bisa meraih hasil
maksimal," tutur Aris.
Sekilas, kekuatan Persik tidak jauh berbeda dengan di Divisi Utama
lalu. Tambahan kekuatan sementara bukan datang dari transfer pemain,
namun proses seleksi yang diikuti pemain-pemain masa lalu seperti Danilo
Fernando, Oliver Makor, Ronald Fagundez, serta Christiano Lopez. Nyaris
tidak ada kejutan di lapangan nanti karena sosok seperti Harianto,
Fatchul Ihya, Rendy Syahputra, Faris Aditama, hingga Dimas Galih, masih
tetap bercokol di tim Macan Putih.
Soal pengalaman sebenarnya Aris Budi tidak mendapati masalah serius
di timnya. Persoalannya adalah stamina pemain yang sudah lewat masa
keemasannya. Oliver Makor sudah 41 tahun, sedangkan Danilo, Fagundez,
serta Christiano sudah jauh meninggalkan angka 30 tahun. Patut dilihat
apakah pemain-pemain uzur itu bisa memberikan kontribusi secara
maksimal. Khusus aspek strategi, Aris mengatakan,
"Mungkin tidak beda dengan yang anda lihat di Divisi Utama lalu.
Bagaimana pun Persik memiliki gaya bermain sendiri. Kami berupaya berani
menyerang dan berkreasi di lapangan karena pemain memiliki kemampuan di
atas rata-rata." ujarnya.