SEBELUMNYA sinyal terbuangnya Igor ini sudah
diketahui pasca pertandingan Semen Padang versus Semen Padang kemarin.
Pemain yang memiliki tinggi badan 190 cm itu sama sekali tidak
diturunkan dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Usai
pertandingan Subangkit sempat memberi alasan kalau Igor tidak dimainkan
semata-mata karena strategi tim, tapi kemarin dia mempertegas kalau
penolakan Igor dilakukan karena performanya tidak sesuai harapan.
“Igor memang bagus di bola-bola atas hal itu dia buktikan saat
mencetak gol saat leg pertama melalui sundulan. Namun, selebihnya dia
kurang kuat di penguasaan bola. Padahal saya ingin striker itu mampu
menahan bola, agar pemain di lini kedua bisa maju membantu serangan,”
paparnya.
Manajer Tim SFC, Robert Heri menambahkan kalau saat ini posisi Igor
sendiri sudah kembali ke negara asalnya sejak kemarin pagi. Penolakan
pemain baginya bukan hal besar, sebab sebelumnya SFC juga pernah menolak
striker lain seperti Serge Pacome Djiehou karena juga tidak sesuai
ekspektasi pelatih.
“Igor kita persilakkan pulang, sebab kita ingin mencari pemain yang
benar-benar berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan tim,” ucapnya.
"Sejauh ini kita belum temukan sosok pemain asing yang akan memenuhi
kuota itu. Kita akan cari sambil jalan saja, sebab tim juga tengah fokus
di babak delapan besar Inter Island Cup," lanjut Komisaris PT Bukit
Asam itu