Jika melihat tradisi dan reputasi, sepertinya baik Arema maupun Sriwijaya FC memiliki tradisi yang kuat di kancah sepakbola Indonesia. Arema
bahkan memiliki basis suporter yang kuat karena sejak puluhan tahu lalu
dan sudah menancapkan kukunya di level teratas Liga Indonesia.
Sementara itu, SFC baru berusia 9 tahun, mungkin untuk basis suporter, SFC harus banyak belajar kepada Arema.
Tetapi untuk prestasi sejak bergulirnya Divisi Utama Liga Indonesia
hingga Indonesia Super League (ISL), Laskar Wong Kito mengoleksi 10
gelar.
Namun bukan reputasi dan tradisi yang menjadi perhatian. Dalam laga
panas dan bisa dikatakan laga hidup mati untuk mengejar tiket final.
Sriwijaya FC akan menghadapi Arema
Indonesia, tuan rumah yang dijagokan atau menjadi kandidat kuat menjadi
juara IIC 2014. Pertarungan yang akan tersaji di Kanjuruhan Malang,
Selasa (21/1/2014) pukul 19.00, juga mengadu kualitas SFC versus Arema dari semua lini.
Khususnya untuk punggawa Asing. Nama Diogo Rangel Santos dari
Sriwijaya FC dan Alberto Goncalves menjadi sorotan. Diogo bahkan
mengaku, banyak belajar dari Beto, mulai dari cara beradaptasi di Liga
Indonesia, hingga meningkatkan dan menjaga performa.
"Semasa di Gresik (United) saya kerap main ke sana dan kami
bersahabat. Saya menghormatinya sebagai senior yang lebih pengalaman dan
saya banyak belajar dari dia. Namun ketika di lapangan saya akan
berusaha keras untuk menghentikannya, dia penyerang yang luar biasa,
akan sulit dihentikan," kata Diogo, Senin (20/1/2014).
Menurut Diogo, pertandingan menghadapi Arema
tidak sekadar mengejar tiket IIC semata, tetapi juga menjadi acuan
menghadapi kompetisi sesungguhnya yakni ISL 2014. "Saya sebagai pemain
akan berusaha keras menjalankan instruksi pelatih, mohon doa dan
restunya," jelas Diogo.
Sementara Beto, adalah striker dengan reputasi top di ISL. Dia adalah
striker subur dan pernah menjadi top skorer di musim 2011/2012. Bahkan
hingga kini dia masih berstatus striker papan atas. Mampukah Diogo
menghantikan predator berbahaya ini, akan tersaji Selasa besok.
Sementara itu, pelatih Suharno meminta anak asuhnya tidak menganggap
remeh tim tamu, apalagi Sriwijaya FC adalah tim juara bahkan juara
bertahan IIC.
"Mereka tim pengalaman dan hasil pertandingan terakhir mereka menang atas lawannya," jelasnya.