Absennya playmaker asing Sriwijaya FC, Lancine Kone dalam tur ke Padang membuat Head Coach SFC,
Subangkit harus mencari pengganti sepadan saat bertemu Semen Padang di
Inter Island Cup (IIC), 10 Januari nanti. Tugas sebagai pengatur
permainan tim itu akan dibebankan pada Vendry Mofu, yang tidak lain
merupakan mantan pemain Semen Padang.
Subangkit menyatakan tidak terlalu risau dengan kondisi yang dialami
timnya saat ini, karena tidak bisa memainkan playmaker andalannya, Lancine Kone.
Pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur itu sudah menyiapkan strategi
alternatif, sejak Kone divonis terkena cedera hamstring 25 Desember
lalu. Beberapa minggu ditinggalkan Kone latihan karena harus fokus pada
penyembuhan, Subangkit langsung menetapkan Vendri Mofu sebagai
penggantinya.
“Saya rasa tidak masalah, Mofu saya lihat juga bagus memerankan tugas sebagai playmaker,” terangnya.
Hal itu terlihat saat SFC
menjalani dua laga ujicoba terakhir melawan tim lokal PS Pusri dan PS
BSB beberapa waktu lalu. Subangkit coba menerapkan pola 4-2-3-1, seiring
dengan absennya Kone yang masih terbelit cedera. Dalam dua laga itu,
Mofu selalu dipasang sebagai playmaker di lini tengah, dengan didukung
oleh dua pemain sayap yakni, Siswanto dan Anis Nabar.
“Saya lihat Mofu bisa menggantikan peran Kone dengan baik,” ucap Subangkit.
Apalagi lanjut Subangkit, dia merasa sangat beruntung karena pemain
asal Papua itu pernah bermain di Semen Padang selama dua musim terakhir.
Otomatis, Mofu sedikit banyak sudah mengetahui peta kekuatan klub yang
berjuluk Kabau Sirah itu. Bahkan, dia tidak sungkan untuk bertanya
langsung pada Mofu, bagaimana pola permainan yang sering diterapkan
Semen Padang.
“Kita akan mengandalkan Mofu sejak menit awal dalam laga nanti,” papar mantan Pelatih Persela Lamongan itu.