
Stopper asing, Abdoullaye Aziz Youssouf Maiga menunjukkan loyalitasnya demi Sriwijaya FC.
Pemain asal Mali itu bahkan rela menolak gaji 10.000 euro atau sekitar
Rp 150 juta per bulan yang ditawarkan klub lamanya, Gazélec Ajaccio.
“Sejak akhir musim lalu banyak tawaran yang datang, terutama dari
klub-klub Eropa. Di klub lama saya gajinya 10.000 euro, tapi saya
putuskan tetap pilih SFC meskipun gajinya lebih rendah,” katanya .
Menurutnya, bermain di Liga Indonesia bersama SFC dia mendapatkan
kenyamanan tersendiri jika dibandingkan bermain di Prancis. Apalagi
masyarakat Indonesia khususnya di Sumsel, memberikan sambutan dengan
sangat baik meskipun dia pemain asing.
Faktor lingkungan dan suasana kota Palembang yang tidak terlalu ramai
dengan hingar-bingar pun ikut memperkuat keinginannya untuk bertahan.
“Di sini enak tidak terlalu ramai, beda dengan di Prancis yang
sebaliknya. Nilai kontrak ataupun gaji bukan hal utama, yang terpenting
bagi saya kenyamanan,” ucap Maiga.