
Bertindak sebagai tuan rumah, Sriwijaya langsung tampil menekan.
Ferdinand Sinaga memberikan ancaman pertama ke gawang Persela yang
dikawal Choirul Huda. Begitu pula, peluang Titus Bonai juga masih bisa
diamankan oleh Huda.
Persela sendiri memainkan skema bertahan di awal pertandingan. Lini
belakang Laskar Joko Tingkir mampu tampil disiplin. Beberapa kali
Persela juga sempat mengancam gawang Sriwijaya. Salah satunya, blunder
Abdoulaye Maiga hampir saja bisa dimanfaatkan Pedro Javier Velazquez.
Menjelang akhir babak pertama, Sriwijaya lebih gencar melakukan
tekanan. Tapi, selalu bisa diredam para pemain Persela. Hingga babak
pertama usai, skor tetap tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya kembali langsung tampil menekan.
Tekanan itu akhirnya berbuah hasil pada menit ke-61. Adalah Ferdinand
Sinaga yang berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan David
Pagbe. Akselerasinya diakhiri dengan sepakan kaki kiri yang mampu
membobol gawang Persela.
Peluang didapatkan Ferdinand kembali pada menit ke-70. Sepakannya
sempat ditahan Huda meski menimbulkan bola liar di depan gawang. Tapi
bola liar itu belum bisa dimanfaatkan penggawa Sriwijaya FC lainnya.
Tibo akhirnya memperbesar keunggulan Laskar Wong Kito pada menit
ke-76. Tibo mencetak gol setelah mendapatkan umpan matang dari Morimakan
Koita, yang diakhiri sepakan kaki kirinya.
Di menit akhir pertandingan, Persela yang tertinggal dua gol mencoba
tampil lebih menekan. Namun upaya mereka hanya berbuah satu gol melalui
sundulan Agus Salim pada menit ke-89. Agus berhasil memanfaatkan umpan
di depan gawang yang dilepaskan Balsa Bojovic. Skor 2-1 bertahan hingga
laga usai.