Honey Moon Solomin di Palembang

PALEMBANG — Pavel Solomin memastikan diri menetap di Palembang dan memperkuat Sriwijaya FC hingga akhir putaran kedua 2009/20010. Komitmen striker berdarah Uzbekistan ini, ditunjukkan dengan membawa istrinya Anastasya yang baru dinikahi 3 bulan lalu. Ia mengaku kedatangannya ke Palembang sekaligus berbulan madu.

Solomin tiba di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (11/2) pukul 18.00. Ia ditemani agennya Abdul Salam, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid dan offisial tim, Amir.

Alhamdulillah ia sudah datang dan kita secepatnya mengurus persyaratannya termasuk soal Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara) dan ITC (Internasional Transfer Certifikat). Besok (Jumat) kami akan menyelesaikan semuanya dan langsung ke Jakarta,” ujar Faisal Mursyid.

Hal yang sama juga diungkapkan Manajer SFC Hendri Zainuddin. Manajemen sempat membuat was-was, karena sudah memasuki tahap akhir transfer pemain. Beruntung semuanya sudah ada

kemajuan dengan kedatangan sang penyerang. “Kita bergerak cepat untuk menyelesaikan semua proses yang diperlukan agar dia segera memperkuat tim,” ujar Hendri.

Faisal menambahkan, khusus untuk proses pengurus ITC dan KITAS paling lama memakan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Tetapi karena yang bersangkutan pemain Asia, maka prosesnya bisa lebih cepat. “Mudah-mudahan tidak ada halangan dan prosesnya cepat selesai,” ujar Faisal.

Bagaimana dengan Solomin? Ia mengaku tidak ada masalah dengan kondisi cuaca di Indonesia, sebab hampir memiliki kemiripan dengan Uzbekistan. Bahkan suhunya mencapai 47 derajat. Ia sangat antusias bergabung dan bermain bersama Laskar Wong Kito, setelah melihat referensi dan

keterangan agennya tentang SFC. “Saya pikir SFC merupakan klub bagus, sehingga saya tertarik bermain di sini. Selain itu kesempatan untuk bermain lebih besar untuk menjaga penampilan saya,” ujarnya.

Namun saat ditanya tentang atmosfir pemain Liga Super Indonesia, Pavel mengaku tidak begitu tahu. Namun ia yakin mampu beradaptasi meski belum bisa berbahasa Indonesia. “Saya bisa menggunakan bahasa tubuh baik meminta bola maupun bermain secara tim,” ujarnya.

Disoal tentang rumah tangganya, Solomin mengaku baru saja menikahi istrinya Anastasya 3 bulan lalu. Pemain Timnas Uzbekistan ini masih menikmati kebersamaan dengan sang istri. Pernikahan membuatnya lebih bersemangat lagi untuk terus bermain. Solomin menganggap kontraknya

bersama SFC adalah bulan madu gratis baginya. “Sehingga saya lebih termotivasi untuk bermain bagus dan mencetak gol untuk klub,” ujarnya.

Menurut agennya Abdul Salam sesuai kesepakatan pemain usia 27 tahun ini menandatangani sejumlah kesepakatan kontrak setengah musim bersama SFC di Sekretarit SFC Kompleks Pelembang Square (PS), Jumat (12/2) pagi.

Rencananya hari ini, tetapi datangnya sore, maka kita jadwalkan besok. Segera mengurus keperluan lainnya mulai dari KITAS dan ITC-nya agar segera bermain bersama SFC,” tegasnya.