Tembakan Luar Kotak Penalti

PENYERANG Sriwijaya FC Rahmat Rivai menjadi tumpuan kala timnya menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion 11 November Surabaya, Rabu (10/1) petang. Ia berjanji kembali menjalankan saran rekan-rekannya agar memperbanyak tembakan keras di luar kotak penalti.

Terutama saran teman-teman wartawan agar saya memperbanyak tembakan jarak jauh, dan itu menjadi menu latihan kami setiap hari,” ujar Rahmat Rivai, Selasa (9/1) kemarin.

Poci, sapaannya, mengakui sangat jarang melakukan tembakan jarak jauh terutama ketika bola masih di luar kotak penalti. Pemain bertubuh mungil ini, lebih senang membawa atau mengumpankan kepada rekannya. Padahal kesempatan untuk melakukan tembakan sangat terbuka bahkan bisa saja menjadi gol.

Gaya permainannya ini mendapatkan kritik dari rekan satu tim dan penonton, terutama rekan pers baik melalui berita ataupun chatting via facebook. “Saya kerap mendapatkan kritikan dari kawan wartawan saat facebook-an. Kata mereka saya takut melakukan shooting,” ujarnya.

Kritikan ini rupanya diterima Poci kala menghadapi Persebaya pada putaran pertama Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, 26 Januari lalu. Ketika diturunkan pada menit 76, Poci memilih bermain taktis. Tanpa ragu dengan satu dua sentuhan ia langsung melakukan tembakan keras terarah hingga beberapa kali ke gawang lawan.

Saya banyak melakukan tendangan, ternyata tembakan ketiga mampu membobol gawang lawan,” ujarnya bangga.

Karena saran itu cukup manjur, maka striker asal Ternate ini berhasrat mengulangi keberuntungannya dengan berjanji banyak melakukan tembakan-tembakan keras ke gawang Persebaya nanti. Pria dua anak ini pun berlatih keras selama beberapa hari. Tidaknya hanya Poci, seluruh pemain juga dianjurkan melakukan tembakan keras plus tembakan dari bola-bola mati.

Poci merupakan pemain andalan SFC musim ini, kehadirannya berama tim cukup memberikan warna permainan SFC. Namun pria kelahiran 11 Desember 1977 ini, kerap mati kutu jika dijaga bek-bek lawan bertubuh besar. Ia pun mengaku trauma melakukan heading, sehingga umpan-

umpan crossing kerap ia lepas. Tetapi untuk urusan bola bawah, Poci memang sangat jago. Sebab 5 dari golnya lahir dari kaki dan hanya satu melalui heading. “Saya dan tim berdoa semoga kami sukses dalam laga ini,” ungkap mantan striker Persitara Jakarta ini.