DI musim ini, para pendukung Sriwijaya FC begitu yakin Laskar Wong Kito meraih juara Liga Super Indonesia. Bukan apa-apa, sejumlah pemain berkelas ditarik atau dipertahankan. Terkahir, Sriwijaya FC mendatangkan striker nasional Uzbekistan Pavel Solomin. Tapi, meskipun tidak buruk, penampilan Pavel ternyata belum tampil optimal.Dari enam penampilannya. Pavel baru menyumbang dua gol, dan dua assist. Memang jika dilihat, dua gol maupun dua assist-nya menunjukkan Pavel memang pemain kelas dunia. Sayang, hal itu tidak penuh dia tampilkan. Bahkan, terkesan, Pavel merupakan pemain "yang manja" bukan pekerja keras seperti Gumbs, karakter pemain yang sangat dibutuhkan Sriwijaya FC.
Para pemain Sriwijaya FC yang lalu, bukan pemain kelas dunia, tapi mereka adalah para pekerja keras seperti Wijay, yang kini bermain di Persebaya. Kini sederat nama beken menjadi line-up Sriwijaya FC. Sayangnya hanya beberapa pemain yang menunjukkan bermain habis-habisan di lapangan, seperti Gumbs, Obiora, Warobay, dan Ferry Rutinsulu.
Untungnya, Pavel Solomin, merasa apa yang diberikannya belumlah maksimal. Dia jelas tidak puas. Dia pun bertekad menambah koleksi golnya saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (10/04/2010) besok.
"SFC tim yang bagus dan mampu bersaing. Saya akan bermain maksimal dan "curi" poin di laga tandang," ujar Pavel.
Terpisah pelatih Rahmad Darmawan akan memasang Pavel bersama Kayamba di lini depan. Sebab SFC tidak memiliki tenaga segar di lini depan. Sebab Obiora masih belum pulih seratus persen dari cederanya. Dalam pertandingan nanti RD tetap menggunakan formasi 4-3-3 dengan menurunkan tiga penyerang sekaligus yakni, Kayamba, Pavel dan Rahmat Rivai, atau Arif Suyono.
"Sebab saya ingin memaksimalkan setiap laga akhir," ujarnya.