Sempat mengancam mogok bertanding menyusul penahanan terhadap empat pemain pilarnya, Sriwijaya FC akhirnya memutuskan berangkat menuju Bandung menjalani laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) melawan Persib Bandung, di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (17/5) pukul 15.30.Kemelut ini berakhir setelah adanya kata perdamaian. Pihak Yopi cs sepakat berdamai dan memaafkan tindakan pemukulan yang dilakukan Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali di simpang empat Charitas Jl Jenderal Sudirman, 8 Mei lalu. Hal inilah yang membuat pelatih Rahmad Darmawan dan pemain lain sempat memutuskan tidak akan bertanding melawan Persib. Bahkan Keith Kayamba Gumbs cs berangkat dengan spirit perdamaian.
“Setelah berdamai kami memutuskan berangkat. Namun minus pelatih Rahmad Darmawan karena mendampingi 4 pemain kita yang tengah diproses di Poltabes Palembang. Kita memaklumi itu, hal ini tidak akan mengurangi semangat kita untuk bermain bagus,” ungkap Manajer SFC Hendri Zainudin, Minggu (16/5).
Menurut Hendri yang juga menjabat Direktur Teknik ini, SFC membawa 19 pemain andalannya menghadapi Persib. Absennya RD, secara otomatis membuat tim akan didampingi asisten pelatihnya, Setyo Cipto dan manajer SFC Hendri Zainudin.
“Kami berangkat Senin pukul 06.00,” ujar Hendri.
Misi Sulit Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, setelah adanya kata perdamaian antara pihak korban dengan keempat pemain andalannya, mereka memutuskan berangkat dan bertanding. Misi sulit dijalani SFC dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Namun pelatih peraih double winner ini yakin dengan spirit perdamainan yang dibawa, para pemainnya diyakini bermain lepas tanpa beban dan mampu meladeni permainan Persib Bandung.
“Kami berangkat dengan spirit perdamainan antara pemain dan suporter. Itu adalah modal dan motivasi pemain menghadapi Persib Bandung,” kata pelatih Rahmad Darmawan, Minggu (16/5).
Wajar saja RD mengatakan tim asuhannya bermodalkan spirit perdamainan. Sebab Gumbs cs bertolak dari Palembang Senin pukul 06.00 menuju Bandung. Diperkirakan mereka akan tiba sekitar pukul 11.00. Hanya beristirahat 2 jam, para punggawa SFC sudah harus bertanding menghadapi tim berjuluk Maung Bandung itu.
Laskar Wong Kito hanya memiliki waktu istirahat selama dua jam tanpa menjajalkan Stadion Siliwangi tempat pertandingan. Selain itu tanpa 4 pemain bertahannya Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali lini belakang SFC diyakini sedikit tergerus.
Hal ini menurut RD dapat memengaruhi permainan tim. Tetapi dia yakin Precious, Bobby, dan Nanak mampu bermain dengan baik. “Sebab mereka dapat diandalkan. Anak-anak sangat termotivasi dengan adanya kesepakatan perdamainan itu. Maka saya harapkan anak akan mampu menghadapi permainan cepat Persib Bandung,” tegas RD.
Pola 3-4-3 Tentang kondisi lapangan, pelatih asal Metro Lampung juga menegaskan sudah menyiapkan strategi dan antisipasi. Dengan kondisi lapangan stadion yang buruk, RD memasang 3 center back yakni, memasang bek belia AA Ngurah Wahtu Trisnajaya dan Bobby Satria, serta bek asing Precious.
Ketiganya diharapkan mampu mengatasi permainan Persib yang kerap mengandalkan bola-bola atas dengan umpan-umpan panjangnya.
“Sebab pengalaman lawan Persitara menjadi pelajaran. Kita kesulitan jika bermain dengan center bek, dalam kondisi lapangan buruk. Maka saya pasang tiga bek,” ujar RD.
Menurut dia, SFC mengubah taktik permainan yang kerap menggunakan satu dua sentuhan. Kali ini Gumbs cs akan bermain lebih cepat dengan menggunakan umpan-umpan panjang ke area pertahanan lawan kemudian bermain satu dua di kotak penalti.
“Strategi sudah kita coba di Jakabaring dan berjalan maksimal. Semoga kami berhasil dan doakan agar sukses menghadapi Persib,” ujar RD.