SFC Vs Pelita Jaya Adu Tajam Predator

Kehadiran Pavel Solomin semakin dibutuhkan Sriwijaya FC saat tim ini menghadapi pertandingan yang melelahkan. Menghadapi Persib Bandung, dua hari lalu, pemain asal Uzbekistan itu sebetulnya tampil prima. Beberapa peluang mampu diciptakannya, sayang tak satu pun yang membuahkan gol.

Namun pemain kelahiran 15 Juni 1982, masih memiliki kesempatan untuk mengambah pundi golnya bersama SFC yang baru 5 biji sejak bergabung pertengahan musim lalu. Sebagai penyerang, Pavel selalu bergerak sehingga kerap kali menyulitkan barisan pertahanan lawan. Selain itu, suami Anastasya itu memiliki kecepatan dan tembakan keras. Pemilik tinggi 174 cm ini pun pandai membuat gol dari tendangan bebas atau bola-bola mati.

Oleh karena itu, kontribusi Pavel sangat dibutuhkan untuk mencuri poin maksimal di kandang Pelita Jaya dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Singa Perbangsa, Kamis (20/5).

Maklum, SFC sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki peringkat di ISL. Laskar Wong Kito tertahan di peringkat 7 dengan nilai 44 dari 31 pertandingan. Menyisakan 3 pertandingan terakhir, SFC seperti sulit mengejar PSPS Pekanbaru yang kini berada di peringkat 5 dan sudah mengemas 47 poin dan menyisakan 3 pertandingan.

Saat SFC menghadapi Pelita Jaya nanti, Pavel akan beradu tajam dengan predator Pelita Redouane Barkoui, pemain asal Maroko yang kini mengemas 8 gol di ISL. Sebagai striker Barkoui juga memiliki kelengkapan sebagai pemain, bisa berposisi di kanan atau kiri dan tipe penjelajah lapangan. Kemampuan lainnya adalah bertahan dan menjadi pengatur serangan. Dia memiliki pengalaman dan kematangan berlaga di ISL.

Maka tidak heran dalam laga dua tim terluka ini, Pavel dan Barkoui dipastikan akan saling bertarung memperebutkan bola sekaligus mencetak gol.

Jangan Anggap Remeh Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, sepertinya SFC lebih diunggulkan. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 2 kalah. Meski demikian Zah Rahan cs tidak boleh menganggap remeh tim lawan. Pasalnya Pelita Jaya yang terus berusaha keluar dari zona degradasi memiliki motivasi berlipat saat menghadapi tim sekelas SFC.

Apalagi Rahmad mengaku, Pelita tim solid dan memiliki materi pemain yang bagus serta merata di semua lini. SFC harus bermain disiplin baik dalam bertahan maupun menyerang.

“Dalam pertemuan terakhir, Pelita selalu menyulitkan SFC. Makanya dalam pertandingan kali ini saya tidak memaksakan pemain untuk latihan. Paling terpenting mereka bisa enjoy dan bermain lepas,” tegas RD.

RD kemungkinan akan menduetkan Pavel Solomin dan Rahmad Rivai di lini serang dengan sokongan Obiora dan Zah Rahan Krangar di lini kedua. Sedangkan kapten Keit Kayamba Gumbs kemungkinan bakal absen akibat akumulasi kartu yang diterimanya saat bertemu Persib lalu. Sedangkan empat pemain SFC yang sebelumnya bermasalah, Charis, Isnan Ali, Abdrizal dan Worabay, kemungkinan akan diturunkan sebagai starter. Keempatnya absen dan sebagai penonton saat SFC dikalahkan Persib 0-1, Senin (17/5) lalu.

Menurut Cekmad, sapaan Rahmad, anak asuhnya kini memilih menginap di Bandung dan berlatih di salah satu lapangan sepakbola Siliwangi. Ia memilih mengatur strategi di Bandung sebagai persiapan menghadapi Pelita.

“Kita memilih menginap di kawasan Bandung. Sebab jaraknya dekat hanya sekitar dua jam saja. Kemungkinan saat bertanding nanti kita juga berangkat di Bandung,” jelas RD.