“Anak-anak masih belum maksimal di laga uji coba perdananya. Sebab, anak-anak masih canggung menerapkan pola difensif yang kami terapkan,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (30/6) usai pertandingan.
Ya, coach Rahmad Darmawan memakai pola 4-2-3-1 untuk menerapkan pola saat bermain di laga away. Praktis, dengan pola baru yang diberikan pelatih asal Metro Lampung ini masih sulit dijalankan Zah Rahan dkk.
“Kami sengaja mengubah pola permainan kami. Sebab, di laga uji coba yang perdana ini kami menganggap bermain di laga away. Sehinga kami bermain defensif,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.
Gol Sriwijaya diciptakan Zah Rahan, melalui tendangan penalti di menit ke-43 setelah Tong Elly hand ball di depan gawang Karya Darma. Unggul satu gol, Sriwijaya terus menekan pertahanan Karya Darma.
Meski diguyur hujan lebat, Keith Kayamba Gumbs dkk terus mendominasi permainan. Tapi, berbagai peluang terus kandas saat masuk lini pertahanan skuadra Mustafa Jalil. Skor 1-0 untuk Sriwijaya hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, coach Rahmad Darmawan mengganti seluruh pemain lapis kedua. Yakni, penjaga gawang Hendro Kartoko, Amirul Mukminin, Mustofa Aji, hanya tetap mempertahankan Slamet Riyadi. Sehingga permainan Sriwijaya sedikit kurang greget dan permainan diambil alih Karya Darma.
Striker Karya Darma Fadilah berhasil menyamakan kedudukan pada menit 73 lewat tendangan keras ke gawang Sriwijaya yang dikawal Hendro Kartiko. Skor 1-1 skor tak berubah hingga laga usai.
Gagal memetik kemenangan, Sriwijaya FC akan kembali melakoni laga uji coba yang kedua, melawan Garuda Paloh Jaya, Lhokseumawe. “Kami terus melakukan evaluasi. Kemungkinan di laga yang kedua nanti, kami akan bermain ofensif dan menganggap bermain di laga home,” pungkasnya.