Strategi Jinakkan Bajul Ijo

Sriwijaya FC mengawali pertandingan pertama lawan Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (16/7) mendatang. Demikian keputusan PT Liga Indonesia (Liga). Maka Laskar Wong Kito harus mempersiapkan strategi jitu menjinakkan Bajul Ijo, julukan Persebaya dengan sebanyak mungkin gol. Keputusan ini sesuai harapan, kami harus bersiap-siap menyambut kedatangan Persebaya pada 16 Juli nanti,” jelas Manager SFC H Hendri Zainuddin di Sekretariat SFC, Komplek Palembang Square (PS), Kamis (1/7)

Menurut Hendri, keputusan ini disambut baik oleh Pelatih Rahmad Darmawan dan segenap jajaran Direksi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), yang menginginkan pertandingan pertama digelar di Palembang. Demi meraih tiket ke perempat final, mereka harus menyiapkan strategi khusus untuk menjinakkan Bajul Ijo.

Hal serupa juga diungkapkan gelandang SFC Tony Sucipto. Pemain asal Surabaya ini mengatakan secara teknis mereka sudah bertemu dan saling jajal. Dalam dua kali pertemuan SFC memenangi pertandingan baik di home maupun away. Maka mempertahankan tradisi dan bermain fokus akan membawa SFC lolos ke perempat final. “Kami memang memiliki tradisi. Tetapi yang paling pentingmenyiapkan diri menghadapi Persebaya,” jelas Tony.

Pelatih Rahmad Darmawan yang dimintai tanggapannya juga membenarkan, banyak keuntungan yang didapat jika SFC. Untuk itu ia akan menyiapkan strategi jitu untuk menjinakkan agresivitas anak-anak Surabaya. “Kita akan tampil habis-habisan untuk mengejar skor besar di laga home. Selanjutnya bertahan di laga away dan cukup bermain imbang atau disesuaikan dengan skor,” jelasnya.

Berkaca pada musim lalu, di babak 16 besar SFC mengalahkan Persib Bandung 4-2 di Jakabaring dan imbang 1-1 di Bandung. Babak perempatfinal SFC juga unggul 5-0 dari Persibo Bojonegoro di leg pertama dan imbang 2-2 di pertemuan kedua. Babak semifinal SFC mengalahkan Persijap Jepara 2-0 di Jakabaring dan justru menang 3-1 di tandang.

Keuntungan secara psikologis pun didapatkan. Tekanan tidak begitu berat. Berbeda jika laga pertama di away, jika kalah, maka tuntutan suporter agar SFC menang di kandang sendiri menjadi beban bahkan menjadi bumerang.”Sebab pemain tidak bisa enjoy,” jelas RD.