Ayo Gumbs Loloskan SFC

Sriwijaya FC tercatat punya rekor bagus setiap kali bertemu Persebaya. Modal terakhir saat menang 2-0 di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat lalu. Namun pertemuan hari ini, Selasa (20/7) pukul 15.30 di kandang lawan pada leg kedua babak perempat final Piala Indonesia di Stadion Gelora 10 November bisa jadi akan berbeda.

Pelatih Rahmad Darmawan tidak mau ambil risiko. Ia membawa 20 pemain andalannya ke Surabaya. SFC ingin menjaga rekor tak pernah kalah sekaligus memastikan lolos ke babak semifinal, Piala Indonesia. Cukup dengan hasil imbang SFC akan lolos. Kalah dengan satu gol pun SFC sudah lolos.

Namun bagi striker SFC Anoure Obiora Richard, menjaga rekor menang adalah harga mutlak bagi SFC. Bermain dengan sepenuh hati dan berjuang keras demi gelar ketiga Piala Indonesia. Sebab lolos dengan kemenangan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri.

“Melawan Persebaya di kandang bukan pertandingan mudah. Tim ini sangat kuat ketika bermain di kandang tetapi kami harus menjaga rekor,” jelas Obiora, Senin (19/7).

Diakui, sangat sulit mengalahkan Persebaya di kandang, dukungan suporter Bonek Mania dan penonton tuan rumah merupakan sumber kekuatan Andi Oddang cs.

Hal serupa juga diungkapkan pengatur serangan Zah Rahan Krangar. Gelandang serba bisa ini mewaspadai pergerakan Korinus dan Andi Oddang serta Patricio Morales. Trio penyerang SFC itu sangat kuat dalam penguasaan bola.

“Ketiganya harus diwaspadai. Mereka roh permainan permainan Persebaya,” jelas Zah.

Ditambahkan pelatih Rahmad Darmawan, tim asuhannya berangkat dengan kekuatan 20 pemain. Ferry Rotinsulu yang sebelumnya diragukan akhirnya kembali fit. Sementara untuk barisan belakang, RD memiliki 3 tenaga bugar seperti Isnan Ali, Charis Yulianto, dan Cristian Worabay.

Sementara untuk lini tengah RD memiliki Alamsyah Nasution. Pada barisan depan ada Rahmat Rivai. Namun RD masih mempercayakan Ponaryo Astaman, Zah Rahan dan Arif untuk mengisi lini tengah.

“Kita hanya tidak diperkuat Oktavianus yang cedera. Menghadapi Persebaya apalagi di kandang, kami harus bermain disiplin dan bekerja keras terutama dalam membangun organisasi pertahanan dan menyerang dengan cepat,” jelas RD.

RD tetap menurunkan formasi menyerang dengan menurunkan Keith Kayamba Gumbs, Obiora dan Pavel Solomin. Sementara Arif Suyono menjadi alternatif serangan dari sisi kanan atau tengah lapangan bersama Zah Rahan.

Aroma balas dendam didengungkan kubu Persebaya. Pelatih Rudi William Keltjes mengaku menerima kekalahan di Stadion Gelora Jakabaring lalu. Karena sudah selayaknya SFC memenangkan pertandingan di kandang sendiri.

Tetapi tidak untuk di Persebaya. Ia akan menurunkan formasi menyerang sebagai laga home.

“Saya yakin anak-anak akan termotivasi untuk membalikan keadaan dan lolos ke semifinal,” jelasnya.