Evaluasi rutin tetap dilakukan jajaran pelatih dan manajemen. Sebab
setelah ini, SFC masih menghadapi 9 partai sisa yang berat. Jika ingin
mempertahankan runner up, maka SFC tidak boleh kehilangan poin di 9
laga. Pelatih Kas Hartadi menganggap, sembilan lawan terakhir sangat
berat. Makanya dia akan menganggap 9 partai terakhir, seperti melawan 9
Arema.
"Motivasi kami seperti melawan 9 Arema. Karena kami tahu, lawan Arema
adalah pertandingan terberat kami, namun kami bisa melewatinya dengan
baik," jelas Pelatih Kas Hartadi, Senin (24/6/2013).
Manajer SFC, Robert Heri menyatakan sangat senang dengan kemenangan
yang diraih oleh timnya malam kemarin atas Arema. Dengan demikian
perjuangan SFC untuk mengamankan posisi runner up sementara waktu
berhasil dan sekaligus bisa mempertipis jarak dengan Persipura. Namun
tetap pihaknya mengingatkan bahwa perjuangan SFC belum usai, karena
posisi runner up saat ini masih sangat rawan sekali digeser oleh tim
lain.
"Kita tidak boleh cepat puas dengan hasil ini, karena perjuangan
belum selesai. Target realistis kita memang menjadi runner up. Namun
apabila Persipura dalam laga berikutnya kembali meraih hasil kurang
memuaskan, bukan tidak mungkin kita akan ambil kesempatan itu untuk
kembali mendekat," ujarnya usai pertandingan dengan didampingi Asisten
Manajer, Muchendi Mahzareki.
Khususnya bagi Dzumafo, jika dibanding di PSPS, Dzumafo yang sempat bermain di Arema dan Persib Bandung ini sedikit mengalami
penurunan dari segi produktivitas gol. Khususnya bersama SFC, pemain dengan tinggi 186 cm ini mencetak tiga gol dari 8
pertandingan.
Terakhir Dzumafo berkontribusi besar ketika menundukkan Persita 4-2.
Kas menilai keberadaan Dzumafo bisa membuka ruang bagi pemain lainnya
dan memecahkan konsentrasi para bek tangguh di lini belakang lawan.
Meski dipasang sebagai target man, dia nyatanya masih mau turun ke bawah
menjemput bola, dan membantu pertahanan.
