Sriwijaya FC menegaskan bahwa akan melepas kedua pemainnya, Ahmad
Jupriyanto dan Rivky D Mokompit, untuk membela bergabung dalam Training
Camp Timnas Indonesia usai lawan Persela Lamongan pada 11 Juli
mendatang. Meski ke-24 pemain yang dipanggil oleh pihak Badan Timnas
Nasional (BTN) mengharuskan sudah berkumpul pada 10 Juli nanti, tapi
manajemen SFC yakin keterlambatan itu masih bisa dimaklumi.
Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki mengungkapkan sangat bangga
dengan pemanggilan kedua pemainnya itu. Sejak awal pihaknya sudah yakin
Rivky sangat layak untuk membela timnas, jika melihat performanya
sepanjang musim ini. Tidak hanya kedua pemain itu saja, bahkan lebih
dari itu sebenarnya masih ada beberapa pemain SFC lainnya yang sangat
pantas membela Timnas saat ini.
“Selain Jupe dan Rivky, saya rasa pemain kita lainnya pun seperti
Ponaryo, Tantan, Ramdani dan Abdul Rahman pun sangat layak dipanggil
timnas,” katanya, Sabtu (7/6/2013).
Menurutnya, pemain-pemain SFC itu dianggap memiliki kualitas setara
dengan ke-24 pemain yang dipanggil saat ini. Secara skill dan
kontribusinya terhadap tim, peran Ponaryo Astaman masih sangat
diandalkan untuk menjaga keseimbangan di lini tengah bersama Ahmad
Jupriyanto. Begitupun dengan peran Ramdani Lestaluhu dan Tantan yang
sering beroperasi di sisi sayap, kontribusinya terhadap tim sudah tidak
perlu diragukan lagi.
“Hanya saja kan pemanggilan ini juga tergantung dari selera
pelatihnya (Jaksen F Tiago). Meski pemain kita yang dipanggil hanya dua
orang, tapi kita tidak terlalu kecewa. Sejauh ini kita tetap menjaga
tradisi dengan selalu mengirimkan pemain ke timnas,” ungkapnya.
Ahmad Jupriyanto menambahkan siap menerima keputusan manajemen yang
mengizinkan keduanya termasuk Rivky bergabung ke timnas, usai lawan
Persela 11 Juli nanti. Kendati secara kebetulan dirinya pribadi
mendapatkan hukuman kartu merah dan tidak bisa tampil lawan Persela,
tapi tetap sebagai rasa kebersamaan tim dia akan tetap mendukung
rekan-rekannya yang sedang berjuang di lapangan hijau.
“Saya ikuti instruksi dari manajemen saja, yang penting semuanya berjalan sesuai lancar dan tidak ada hambatan,” ujarnya.