Sebagaian besar skuad Sriwijaya FC dipastikan menjalani awal bulan
suci Ramadhan jauh dari keluarga besar dikampung halamannya
masing-masing. Head Coach SFC, Kas Hartadi yang juga berasal dari Solo,
Jawa Tengah sudah memutuskan kalau puasa perdana yang diperkirakan jatuh
pada 10 Juli, timnya akan tetap berada di Palembang alias tidak ada
jatah libur.
“Kita awal puasa tetap di sini karena pada tanggal 11 Juli nanti,
kita langsung menjamu Persela Lamongan. Makanya kita wajib persiapan
tim,” katanya, Minggu (7/7/2013).
Menurutnya, meski sebagai besar timnya beragama Islam dan diwajibkan
berpuasa, tapi program latihan harus tetap berjalan. Apalagi latihannya
tetap berlangsung sore hari atau menjelang berbuka puasa, sehingga
kondisi lapar dan haus itu akan tidak begitu terasa. Malah pihaknya
khawatir kalau tidak latihan malah kondisi pemain akan cepat drop,
karena hakikat puasa pun pada dasarnya bukan untuk bermalas-malasan.
“Hanya saja memang kemungkinan kita akan menyesuaikan porsi
latihannya saja. Bisa jadi lebih ringan ataupun lebih berat, tergantung
kondisi pemain juga,” ujar mantan Pelatih Sekayu Youth Soccers Academi
(SYSA) Muba itu.
Apalagi lanjut Kas, ada beberapa pemainnya yang beragama non-Islam,
yakni empat pemain asing, Boakay Eddie Foday, Herman Dzumafo Effandi,
Erick Weeks Lewis dan Lee Dong Wong. Kemudian satu lagi pemain lokal
yakni kiper muda Rivky D Mokomdompit. Jadi untuk kelima pemainnya itu
dipastikan tidak akan tidak akan terpengaruh sama sekali, meskipun
mereka juga wajib menghormati rekan-rekannya yang sedang berpuasa.
“Intinya puasa ataupun tidak, kita tidak ada kendala. Apalahi pemain
pun sudah terbiasa main saat berpuasa seperti musim 2011 lalu,”
ungkapnya.