Skuad Persela Lamongan dipastikan tidak akan diperkuat oleh pemain
asing andalannya, Gustavo Fabian Lopez, saat timnya melawat ke markas
Sriwijaya FC pada Kamis (11/7) mendatang. Pemain asal Argentina itu
harus menepih akibat sanksi akumulasi kartu, setelah mendapatkan kartu
kuning kelima saat bertemu Barito Putra pada Sabtu (6/7) kemarin.
Berdasar statistik seperti dilansir Soccerway.com, Gustavo ini sudah
pernah satu kali absen yakni saat timnya bertandang ke markas PSPS
Pekanbaru pada 16 Maret lalu. Kemudian kali ini pemain yang sudah
mencetak tiga gol bagi Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) itu, akan
absen untuk kedua kalinya saat dijamu Laskar Wong Kito (julukan SFC).
Head Coach SFC, Kas Hartadi mengaku cukup senang mendengar kabar
kalau Gustavo akan absen. Pasalnya sejak awal dia sudah memasukkan
Gustavo dalam listing nama-nama yang mesti diwaspadai. Perannya sebagai
playmaker atau pengatur permainan dari tim Persela membuat posisinya
sangat vital. Tentu tanpa kehadiran Gustavo di lini tengah paling tidak
akan mengurangi sedikit kreativitas pemainan Persela.
“Gustavo ini memang pemain yang kita waspadai. Meskipun produktifitas
golnya tidak terlalu bagus, tapi umpan-umpannya sangat berbahaya,”
katanya, Minggu (7/7/2013).
Hanya saja pelatih asal Solo itu tetap tidak ingin anak-anak asuhnya
menjadi terlela dan terlalu percaya diri. Selaku pelatih dia tetap
menegaskan agar Tantan Cs tidak terpengaruh dengan kondisi tim lawan dan
lebih memikirkan tim sendiri saja. Bagaimanapun Persela tetap tim yang
berbahaya, karena masih ada nama-nama pemain lain yang menjadi sentral
permainan seperti Mario Costas dan Syamsul Arif.
“Mereka masih memiliki dua striker yang tajam dan ini yang tetap kita waspadai,” tegas mantan Asisten Pelatih Ivan Kolev itu.
Menurutnya, kedua bomber itu bisa menjadi momok menakutkan bagi
barisan pertahanan timnya. Mengenai urusan mencetak gol pun sudah tidak
diragukan lagi karena Syamsul Arif sendiri menjadi top skor diklubnya
dengan sumbangan 13 gol, sedangkan Mario Costas menjadi pencetak gol
terbanyak kedua dengan lesakkan 9 gol. Hal itu membuktikan bahwa
keduanya mampu bekerja sama dengan baik.
“Mengantisipasinya saya hanya akan minta pemain tetap waspada, tidak
perlu dengan penerapan man to man marking. Terpenting pemain tetap
disiplin dengan posisinya masing-masing dan jangan lengah disepanjang
pertandingan,” tegasnya.