muda Sriwijaya FC, Rivky D Mokompit mampu memperlihatkan penampilan
impresif, dalam pertandingan melawan Pelita Bandung Raya (PBR), Sabtu
(29/6) kemarin. Penyelamatan gemilangnya menahan tendangan penalti
striker PBR, Gaston Castano pada menit ke-74, membuat dirinya layak
dijuluki Super Rivky karena menghindarkan timnya dari kekalahan.
Head
Caoch SFC, Kas Hartadi tak sungkan memuji penampilan kiper mudanya itu,
yang dianggap semakin matang. Rivky bisa menggantikan peran seniornya
Ferry Rotinsulu yang kondisinya masih belum begitu fit, pasca dibekap
cedera lutut kambuhan. Penampilannya dari hari ke hari terus menunjukkan
peningkatan pesat meskipun secara pengalaman masih jauh dibandingkan
Ferry.
“Selama Ferry cedera, Rivky memang akan selalu jadi andalan kita,” katanya ketika dihubungi Sripo, Minggu (30/6/2013).
Berdasar
statistik pada musim ini posisi kiper SFC malah lebih banyak ditempati
oleh Rivky, dibandingakan Ferry dan kiper lainnya. Dari 25 pertandingan
yang telah dijalani SFC, Rivky sendiri sudah bermain selama 1366 menit
dan rekor waktu itu jauh lebih baik dibanding musim lalu yang hanya
bermain 663 menit. Sementara Ferry musim ini hanya bermain selama 826
menit, jauh menurun dibanding musim lalu yang tampil mendominasi dengan
waktu bermain 2397 menit.
“Kita sangat beruntung bisa memiliki
dua kiper yang bisa diandalkan. Ferry juga saya lihat sebagai pemain
senior tidak merasa tersaingi, karena diapun selalu mendukung
perkembangan dari Rivky sebagai kiper muda” sambung Kas.
Dalam
pertandingan kemarin pun ternyata tidak hanya Ferry saja yang dimainkan,
tapi satu pemain reguler lainnya Abdul Rahman juga ikut duduk di bench
pemain cadangan. Usut punya usut ternyata kondisi Rahman mengeluhkan
rasa sakit di lututnya, usai menghadapi Arema Indonesia pada 23 Juli
lalu. Alhasil waktu itu pihaknya menggantikan peran Rahman dengan Dodok
Anang Zuanto.
“Rahman lututnya cedera ringan dan dia juga minta untuk tidak dimainkan dahulu,” ujar mantan pemain Persisam Samarinda itu.