"Dalam latihan ini saya melakukan beberapa simulasi dan membuat beberapa perubahan seperti mengembalikan Obiora ke posisi aslinya sebagai gelandang sayap," kata RD, Kamis (4/3).
Pelatih kelahiran Metro Lampung ini ingin memberikan kesempatan kepada Pavel untuk berduet bersama Kayamba di lini depan. Apalagi dalam ujicoba menghadapi SFC U-21 di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3), pemain asal Uzbekistan itu mampu mencetak tiga gol. "Saya akan mencoba Pavel-Kayamba atau Poci (Rahmat Rivai) di lini depan," ujar RD.
Obiora merupakan pemain andalan SFC dan berperan besar mengantarkan tim ini meraih gelar double winner musim 2008/2009. Ia kemudian berperan besar ketika membawa Laskar Wong Kito mempertahakan gelar Copa Dji Sam Soe (saat ini Piala Indonesia).
Obi sapannya adalah pemain serba bisa. Sebagai penyerang ia dibekali kecepatan dan memiliki skill di atas rata-rata. Pandai mendribel dan membawa bola hingga menuju kotak penalti baik dari tengah lapangan atau pinggir lapangan.
Pergerakannya yang luwes kemudian melepas umpan terukur kepada rekannya yang berada di kotak penalti kerap membuat lini pertahanan lawan kebobolan. Belakangan Obigol sangat pandai beroperasi sebagai gelandang sayap, second striker bahkan menjadi tandem Kayamba. RD pun tidak menyia-nyiakan bakatnya dengan menggunakan formasi 4-3-3. Dalam pertandingan menghadapi Bontang nanti, suami Saymaka ini akan menempati gelandang sayap dalam formasi 4-4-2.
Menanggapi tentang posisi barunya ini, Obiora mengaku tidak ada masalah. Bagi diletakkan di posisi manapun ia tetap memiliki peran, baik memberikan assist menjadi gol ataupun langsung menciptakan sendiri peluang yang diciptakan.
"Saya terbiasa menjadi gelandang sayap baik di kiri, kanan atau menjadi second striker. Bagi saya jika saatnya mencatak gol, maka saya cetak
gol. Tetapi jika lebih tepat memberikan assist maka saya akan memberikan kesempatan kepada rekan saya mencetak gol. Paling penting SFC mampu memenangkan pertandingan," ujarnya.