Menanti Gol Pavel Solomin

PALEMBANG -Pertandingan Sriwijaya FC versus Bontang FC di Gelora Jakabaring, Minggu (7/3), menjadi debut Pavel Solomin di Liga Super Indonesia (ISL). Striker asal Uzbekistan yang baru saja memperkuat SFC ini, diharapkan fans dan publik Laskar Wong Kito sebagai goal getter mendampingi kapten tim Keith Kayamba Gumbs.

Untuk Pavel Solomin kita lihat saja nanti. Dia bisa masuk starting eleven, bisa diturunkan pada pertama atau kedua. Namun bisa saja diturunkan di awal babak, kesempatan itu ada,” ujar Rahmad Darmawan usai latihan, Sabtu (6/3) pagi.

Sementara pemain lainnya juga dalam kondisi bugar seperti, bek Ambrizal dan Bobby Satria. Begitu juga kondisi pemain Timnas seperti Cristian Worabay, kiper Ferry Rotinsulu dan Isnan Ali serta Arif Suyono.

Sementara kondisi dua pemain lainnya bek Charis Yulianto dan Ponaryo yang diturunkan full time dalam pertandingan Timnas versus Australia, Rabu (3/3) lalu, juga dalam kondisi bugar dan siap diturunkan.

Untuk Ponaryo bisa diturunkan setengah babak karena dia baru bergabung. Sementara Charis sudah bergabung lebih awal. Khusus untuk keduanya saya akan menurunkan salah satu diantaranya sejak awal,” ujar Rahmad.

Diperkirakan Cekmad sapaannya akan menurunkan Ambrizal, Charis Yulianto, dan Bobby di lini belakang. Khusus Ambrizal akan digeser ke sisi kanan mengingat kemampuannya yang kerap menyerang ke depan. Sementara di kiri ada Isnan Ali atau Slamet Riyadi yang dipasang sejak menit awal.

Untuk lapangan tengah, satu tempat sudah pasti menjadi milik gelandang pengatur serangan Zah Rahan Krangar. Jika Ponaryo tidak dalam kondisi prima, RD akan memasang dua gelandang bertahan, tetapi memiliki naluri menyerang Tony Sucipto dan Alamsyah Nasution.

Sementara untuk lini depan RD akan memasang tiga penyerang sekaligus yakni, Obiora yang menjadi pendobrak dan pelayan bagi dua striker Keith Kayamba Gumbs dan Pavel Solomin. Khususnya peranan Obiora memang tidak tergantikan, striker yang bisa menjadi galandang sayap ini, memiliki power (kekuatan) beradu tenaga dengan bek-bek bertubuh besar dan membuka ruang. Ia pun pandai memberikan asisst matang.

Memang ada beberapa perubahan, seperti Obiora yang kembali gelandang sayap. Tetapi ini merupakan pertandingan kandang dan kita bermain menyerang,” kata RD.
Siap Curi Poin

Sementara itu berbicara masalah kekuatan Bontang FC, pelatih kelahiran Metro Lampung ini menegaskan, Laskar Khatulistiwa julukan Bontang FC, mampu bermain lepas ketika bertandang. Selain mengandalkan kolektivitas, juga memiliki pemain yang memiliki skill seperti Ali Khadaffi, Aldo Baretto, dan Geddy.”Mereka pemain-pemain yang memiliki skill,” ujar RD.

Secara terpisah, pelatih Bontang Fachri Husaini mengatakan, SFC memiliki pemain berkulitas dan sangat bagus. Meski mereka kini tidak berada di posisi puncak, tetapi SFC adalah tim kuat sama seperti tim lainnya Persipura atau Arema.

Namun satu keuntungan timnya, kekuatan SFC sedang terpecah karena membagi perhatian di dua kompetisi yakni, ISL dan Asian Football Confederation (AFC) Cup.”SFC tim hebat dan memiliki kolektivitas ditambah dengan kecepatan yang dimiliki pemainnya. Namun dengan kondisi saat ini SFC sedang terpecah perhatiannya karena berlaga dua even besar. Kami bisa memanfaatkan hal itu untuk mencuri poin di Jakabaring,” tegas Fachri.